• Privacy Policy
  • Tentang Asrinesia
  • Hubungi Kami
Tuesday, 20 January 2026
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
No Result
View All Result
asrinesia
No Result
View All Result
Home Berita
Refleksi Arsitek Peraih Nobel tentang Masa Depan ASEAN

Refleksi Arsitek Peraih Nobel tentang Masa Depan ASEAN

Didan Sardjono by Didan Sardjono
19 January 2026
in Berita
0
107
VIEWS
Share on Facebook

Asrinesia.com – Di tengah percepatan pembangunan infrastruktur Asia Tenggara yang kian agresif mengejar pertumbuhan ekonomi, muncul pertanyaan mendasar: Bagaimana kita membangun tanpa merusak? Bagaimana arsitektur modern tetap menghormati identitas lokal sekaligus tangguh menghadapi krisis iklim?

Jawabannya mungkin terletak pada sebuah filosofi sederhana: “Touch this earth lightly” atau sentuhlah bumi ini dengan lembut. Prinsip ini diperkenalkan oleh Glenn Murcutt, satu-satunya arsitek asal Australia peraih Pritzker Architecture Prize, penghargaan tertinggi dunia arsitektur.

Filosofi ini menjadi kompas bagi pergerakan arsitektur berkelanjutan di kawasan ASEAN. Murcutt menegaskan bahwa bangunan yang baik bukan yang mendominasi alam, melainkan yang beradaptasi dengannya, menghormati budaya lokal, dan meninggalkan jejak karbon seminim mungkin.

Asia Tenggara saat ini sedang berada di persimpangan kritis. Di satu sisi, kawasan ini mengalami proses urbanisasi tercepat di dunia dengan proyeksi ratusan juta penduduk kota pada 2030. Di sisi lain, wilayah ini juga paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, mulai dari kenaikan permukaan laut hingga gelombang panas ekstrem.

Baca juga : Wadah Kreativitas Tanpa Jarak

 

Kondisi ini menuntut pendekatan arsitektur yang tidak lagi bisa mengandalkan pola lama build–demolish–rebuild. Diperlukan material dan desain yang tidak hanya estetik, tetapi juga adaptif, tahan lama, dan ramah lingkungan. Dalam konteks ini, evolusi teknologi material, termasuk baja modern, mulai memainkan peran penting.

Makna “Sentuhan Lembut”

Filosofi “Touch this earth lightly” bukan sekadar wacana normatif. Prinsip ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam simposium arsitektur ASEAN di Jakarta akhir November lalu. Dalam forum tersebut, Ar. Nick Sissons dari Glenn Murcutt Architecture Foundation Australia membedah bagaimana filosofi tersebut bisa diterjemahkan secara kontekstual di Asia Tenggara yang kaya akan keragaman budaya.

Simposium bertajuk “Shaping Resilient Futures: Heritage and Modernity in Steel Architectural Design,” itu menghadirkan sekitar 190 pakar arsitektur dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Australia.

Mereka berkumpul untuk satu misi: merumuskan masa depan arsitektur kawasan yang tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga berakar pada kearifan lokal.

Ar. Budi Pradono, arsitek senior Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang turut hadir, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara. “Kemitraan ini menegaskan vitalitas aliansi regional kita dan akan memotivasi komunitas arsitek ASEAN menuju pencapaian yang lebih berani dan berdampak,” ujarnya.

Baca juga : OneSmartServices Perkuat Ekspansi Layanan Digital ke Seluruh Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia

Sementara itu, Ar. Steve Woodland dari COX Architecture Australia yang menjadi keynote speaker dalam forum tersebut, turut membahas bagaimana teknologi material modern seperti baja berlapis bias menjawab tantangan arsitektur masa depan yang semakin kompleks di masa depan.

Salah satu gagasan menarik dari forum tersebut adalah pergeseran paradigma dalam memandang material baja. Tidak lagi dipandang sebagai simbol modernitas yang monoton dan impersonal, baja kini dilihat sebagai medium untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yakni menciptakan harmonisasi yang selaras antara manusia dan alam.

Jenny Margiano, Country President PT NS BlueScope Indonesia, menjelaskan bahwa material baja modern memiliki karakteristik yang sejalan dengan kebutuhan arsitektur berkelanjutan. “Material ini bias didaur ulang, fleksibel untuk berbagai desain, dan tangguh menghadapi kondisi iklim ekstrem. Kualitas tersebut sangat dibutuhkan ASEAN saat ini,” ujarnya.

Kemampuan baja untuk didaur ulang hingga 100% tanpa kehilangan kualitas menjadikannya pilihan masuk akal dalam konteks ekonomi sirkular yang kini digalakkan ASEAN. Fleksibilitasnya juga memungkinkan desain yang lebih responsif terhadap kondisi lokal, mulai dari ventilasi alami untuk iklim tropis hingga struktur yang tahan gempa.

Steel Architectural Awards ASEAN 2026

Forum tersebut sekaligus juga menandai peluncuran program Steel Architectural Awards ASEAN 2026, sebuah kompetisi yang terbuka untuk menampung karya-karya inovatif dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Program ini mencakup berbagai kategori mulai dari hunian, komersial, infrastruktur hingga bangunan institusional.

Baca juga : SiteMinder Borong Penghargaan di HotelTechAwards 2026

Jenny menyatakan antusiasmenya terhadap program ini. “Penghargaan ini mengakui pencapaian bagi para arsitek yang telah merekomendasikan produk kami di balik beragam struktur inovatif di wilayah ASEAN, sekaligus memperdalam kolaborasi kami dengan komunitas desain Australia untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan pertumbuhan profesional di seluruh wilayah,” ujarnya.

Penilaian tidak hanya berdasarkan estetika, tetapi juga bagaimana proyek tersebut merespons konteks lokal, mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, dan memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas.

Dewan juri kompetisi ini terdiri dari para ahli arsitektur terkemuka seperti Ar. Firman Setia Herwanto (Wakil Ketua IAI), Ar. Asae Sukhyanga (Presiden ASA), serta akademisi dan praktisi dari Vietnam, Malaysia, dan Australia, akan menilai sejauh mana sebuah karya berhasil mewujudkan visi “resilient futures” atau masa depan yang tangguh dan bertanggung jawab.

 

 

Tags: ASEANAsia Tenggaradunia arsitekturpembangunan infrastrukturPeraih NobelPritzker Architecture PrizeTouch this earth lightly
Share43Tweet27Share7Pin10SendShareShareShare1ShareShare
Didan Sardjono

Didan Sardjono

Tulisan Lainnya

NEXTHOME by MODENA
Berita

NEXTHOME by MODENA

20 January 2026
Wadah Kreativitas Tanpa Jarak
Berita

Wadah Kreativitas Tanpa Jarak

18 January 2026
OneSmartServices Perkuat Ekspansi Layanan Digital ke Seluruh Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia
Berita

OneSmartServices Perkuat Ekspansi Layanan Digital ke Seluruh Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia

18 January 2026
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Hunian Modern Masa Kini

8 March 2022
Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

2 February 2018

Nuansa Lokal Dalam Desain Hunian

16 February 2022

Harmoni Antar Ruang

13 February 2022
Inovasi Terbaru dari King Koil

King Koil Luncurkan Matras Berteknologi Tinggi

5
Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

4
PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

4
ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

4
NEXTHOME by MODENA

NEXTHOME by MODENA

20 January 2026
Refleksi Arsitek Peraih Nobel tentang Masa Depan ASEAN

Refleksi Arsitek Peraih Nobel tentang Masa Depan ASEAN

19 January 2026
Wadah Kreativitas Tanpa Jarak

Wadah Kreativitas Tanpa Jarak

18 January 2026
OneSmartServices Perkuat Ekspansi Layanan Digital ke Seluruh Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia

OneSmartServices Perkuat Ekspansi Layanan Digital ke Seluruh Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia

18 January 2026

Berita Terbaru

ICAD, “EARTH SOCIETY”

ICAD, “EARTH SOCIETY”

29 December 2025
Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

12 December 2025
Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

19 November 2025
Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

17 November 2025
Jawaban dari Sebuah Dilema: Flow House, Clean and Elegant Modern House

Jawaban dari Sebuah Dilema: Flow House, Clean and Elegant Modern House

6 November 2025
Banggai dan Harapan Baru Pariwisata Timur Indonesia

Banggai dan Harapan Baru Pariwisata Timur Indonesia

3 November 2025

Stay Connected

  • 56.2k Followers
Facebook Twitter Instagram Youtube LinkedIn Pinterest
asrinesia

ISSN : 9772599245001

Majalah Asrinesia adalah majalah inspiratif, inovatif dan kreatif yang membahas arsitektur, interior, taman, seni, budaya, lingkungan, dan pariwisata

Kategori

  • Advertorial
  • Arsitektur
  • Berita
  • Interior
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Seni & Budaya
  • Sketsa
  • Taman
  • Umum

Beli Majalah Asrinesia

  • Beli di Tokopedia
ARCH:ID 2026

©2025 Asrinesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine

©2025 Asrinesia