• Privacy Policy
  • Tentang Asrinesia
  • Hubungi Kami
Saturday, 11 April 2026
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
No Result
View All Result
asrinesia
No Result
View All Result
Home Berita
Membangun Ruang yang Sehat Dengan Material Bangunan yang Aman

Membangun Ruang yang Sehat Dengan Material Bangunan yang Aman

Didan Sardjono by Didan Sardjono
9 April 2026
in Berita
0
112
VIEWS
Share on Facebook

Asrinesia.com – Rumah yang aman dan nyaman untuk hidup sehat memerlukan kualitas udara, pencahayaan, hingga keamanan material yang digunakan. Membangun atau merenovasi ruang juga merupakan upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung kesejahteraan penghuninya.

Arsitek dan Urban Designer di KIND Architects, Adjie Negara mengungkapkan, bahwa setiap ruang yang dibangun tidak hanya menjadi tempat beraktivitas, tetapi juga menjadi fondasi bagi lingkungan hidup yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Pesatnya pembangunan dan aktivitas renovasi turut menjadikan pemilihan material bangunan sebagai faktor yang semakin relevan dalam mendukung kesehatan jangka panjang, baik di rumah, kantor, sekolah, maupun fasilitas lain misalnya penitipan anak (daycare),” ujarnya, dalam diskusi media yang diselenggarakan oleh Forum NGOBRAS di ABETO, Menteng, Jakarta (8/4/2026)

Penting untuk memilih dan menggunakan material yang bebas dari zat berbahaya seperti timbal, baik untuk dinding, lantai, pipa, maupun cat. Ini krusial untuk menciptakan lingkungan yang dapat mendukung kesehatan dan keselamatan penggunanya, terutama anak-anak yang lebih rentan terhadap paparan zat berbahaya.

Adjie mengingatkan juga bahwa penting untuk melakukan perawatan dan inspeksi rutin pada bangunan maupun fasilitas publik. “Seiring waktu, akibat pengaruh dari faktor usia, cuaca, maupun intensitas penggunaan, kualitas material bangunan bisa mengalami penurunan. Misalnya, cat yang mengelupas atau rusak,” ujarnya.

Hal ini tidak bisa dianggap sepele, terlebih bila cat mengandung timbal. Lapisan cat yang mengandung timbal dapat terdegradasi seiring waktu dan menghasilkan debu yang berpotensi terhirup atau tertelan, terutama oleh kelompok rentan seperti ibu hamil atau anak-anak yang memiliki kebiasaan memasukkan tangan ke dalam mulut.

Baca juga : MBT Menjadi Solusi Bagi Anak Muda

Pemantauan secara berkala memungkinkan kerusakan ditemukan secara dini, sehingga bisa segera dilakukan perbaikan, misalnya pengecatan ulang. “Tentu menggunakan material yang aman agar kualitas lingkungan tetap terjaga dan risiko paparan terhadap zat berbahaya dapat diminimalkan,” tandas Adjie.

Arsitek dan pengembang kini semakin mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, keamanan, dan kesejahteraan penghuni ke dalam strategi perancangan bangunan. “Pemilihan material bangunan yang sesuai standar dan aman mencerminkan tanggung jawab profesional sekaligus kepatuhan terhadap standar dan regulasi,” tegasnya.

Bahaya Timbal bagi Kesehatan

Cat yang mengelupas merupakan salah satu faktor risiko paparan timbal di tingkat rumah tangga. “Cat sebenarnya tidak berbahaya. Namun, kadar timbal yang tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang,” ungkap Prof. Dr. Yuni Krisyuningsih Krisnandi, M.Sc., Ahli Kimia dan Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia.

Timbal (lead) merupakan unsur logam yang secara alami terdapat di lingkungan maupun material yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. “Timbal dikenal sebagai salah satu logam berat yang penggunaannya cukup luas di berbagai sektor industri karena sifatnya yang stabil, mudah dibentuk, dan tahan terhadap korosi,” ujar Prof. Yuni.

Baca juga : Bekerja dari Rumah, Menata Ruang dengan Lebih Cermat

Timbal bisa masuk ke tubuh secara tidak sengaja melalui ingesti (tertelan) ataupun terhirup. Setelah itu, timbal akan diserap ke dalam aliran darah dan dapat terdistribusi ke berbagai organ, termasuk tulang, ginjal, dan sistem saraf. Paparan timbal, bahkan dalam kadar rendah, dapat merusak berbagai sistem organ tubuh.

“Pada anak, paparan timbal berdampak pada perkembangan otak, sehingga dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, prestasi belajar yang lebih rendah, berkurangnya rentang perhatian, serta gangguan perilaku,” terang Dokter Spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A.

Pada orang dewasa, paparan timbal dikaitkan dengan penyakit ginjal dan penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi dan penyakit jantung koroner. Sedangkan bagi ibu hamil, paparan timbal menjadi perhatian khusus karena dapat melintasi plasenta.

“Hal ini bisa meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga berat badan lahir rendah,” terang dr. Reza.

Regulasi Cat Bebas Timbal

 WHO telah merekomendasikan batas kandungan timbal dalam cat di bawah 90 ppm (parts per million). Acuan ini banyak diadopsi secara global sebagai standar. Indonesia sendiri telah memiliki regulasi untuk memastikan keamanan material bangunan.

Standar Nasional Indonesia (SNI) mengatur cat dekoratif berbasis pelarut dan membatasi kandungan zat berbahaya, termasuk timbal. Standar ini selaras dengan acuan keamanan internasional yang diakui secara luas, meskipun saat ini penerapannya masih bersifat sukarela.

Berdasarkan Studi Bank Dunia (2023), sebanyak 44,8% masyarakat tinggal di rumah yang menggunakan cat dengan kandungan timbal. Biasanya ditemukan pada cat dekoratif seperti cat besi dan kayu.

Secara global, makin banyak negara, baik di level pemerintah, industri, hingga pemangku kepentingan, mengadopsi standar keamanan bebas timbal (lead-free) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Baca juga : Standar Baru Elegansi dan Keamanan Dalam Desain Hunian Modern

“Standar ini diterapkan melalui regulasi yang membatasi atau melarang penggunaan timbal dalam cat, bahan bangunan, dan produk yang berpotensi digunakan di ruang hunian maupun fasilitas publik,” jelas Prof. Yuni.

Penerapan standar lead-free juga diikuti dengan peningkatan kesadaran mengenai pentingnya penggunaan material yang aman, pengawasan kualitas produk, serta praktik pemeliharaan bangunan yang bertanggung jawab.

Pelaku industri juga berperan dalam memberikan edukasi kepada konsumen mengenai sertifikasi, standar keamanan, dan nilai jangka panjang dari material bangunan yang lebih aman, sehingga kesadaran dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi penting untuk mendorong penerapan standar secara lebih luas, guna mendukung penggunaan material yang lebih aman bagi masyarakat.

 

 

Tags: Dokter Spesialis AnakHunianKesehatanKIND ArchitectsNGOBRASStandar Nasional IndonesiaTimbalUniversitas Indonesia
Share45Tweet28Share8Pin10SendShareShareShare1ShareShare
Didan Sardjono

Didan Sardjono

Tulisan Lainnya

Menteri PKP Semangati Developer Manado dan Sekitar
Berita

Menteri PKP Semangati Developer Manado dan Sekitar

11 April 2026
Amesta Living Hadirkan Setara Community Center dan Verge Space
Berita

Amesta Living Hadirkan Setara Community Center dan Verge Space

11 April 2026
INPP Terapkan Prinsip Ikonik Tidak Sebatas Slogan
Berita

INPP Terapkan Prinsip Ikonik Tidak Sebatas Slogan

10 April 2026
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Hunian Modern Masa Kini

8 March 2022
Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

2 February 2018

Nuansa Lokal Dalam Desain Hunian

16 February 2022

Harmoni Antar Ruang

13 February 2022
Inovasi Terbaru dari King Koil

King Koil Luncurkan Matras Berteknologi Tinggi

5
Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

4
PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

4
ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

4
Menteri PKP Semangati Developer Manado dan Sekitar

Menteri PKP Semangati Developer Manado dan Sekitar

11 April 2026
Amesta Living Hadirkan Setara Community Center dan Verge Space

Amesta Living Hadirkan Setara Community Center dan Verge Space

11 April 2026
INPP Terapkan Prinsip Ikonik Tidak Sebatas Slogan

INPP Terapkan Prinsip Ikonik Tidak Sebatas Slogan

10 April 2026
Dominasi SJM di Kancah Kuliner Makau

Dominasi SJM di Kancah Kuliner Makau

9 April 2026

Berita Terbaru

Kolaborasi KANA Furniture x Rina Renville Adakan Kolaborasi

Kolaborasi KANA Furniture x Rina Renville Adakan Kolaborasi

7 March 2026
ICAD, “EARTH SOCIETY”

ICAD, “EARTH SOCIETY”

29 December 2025
Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

12 December 2025
Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

19 November 2025
Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

17 November 2025
Jawaban dari Sebuah Dilema: Flow House, Clean and Elegant Modern House

Jawaban dari Sebuah Dilema: Flow House, Clean and Elegant Modern House

6 November 2025

Stay Connected

  • 56.2k Followers
Facebook Twitter Instagram Youtube LinkedIn Pinterest
asrinesia

ISSN : 9772599245001

Majalah Asrinesia adalah majalah inspiratif, inovatif dan kreatif yang membahas arsitektur, interior, taman, seni, budaya, lingkungan, dan pariwisata

Kategori

  • Advertorial
  • Arsitektur
  • Berita
  • Interior
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Seni & Budaya
  • Sketsa
  • Taman
  • Umum

Beli Majalah Asrinesia

  • Beli di Tokopedia
ARCH:ID 2026

©2025 Asrinesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine

©2025 Asrinesia