Pantai Jimbaran adalah salah satu pantai di sisi selatan Desa Internasional Kuta, sekitar 30 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pantai berpasir putih, air bersih dan jernih, membuat siapa pun nyaman untuk berenang, bersantai, dan berjemur. Tempat ini selalu ramai diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Tempat ini dulu dikenal sebagai desa nelayan yang sederhana, kini telah bertransformasi menjadi salah satu spot favorit di Bali dengan hadirnya restoran- restoran seafood, vila-vila serta hotel dan destinasi lainnya.
Salah satu resort yang menarik adalah Raffles Bali, dengan luas area 23 hektar, terletak di tepi Pantai Jimbaran dan memiliki view ke airport ini, mampu menghadirkan 32 luxury vila lengkap dengan lanskap yang unik.


Resort ini terletak di area perbukitan lengkap dengan suasana hutan dan lembah, dan di sekitarnya terdapat resort dan vila mewah. Suasana hutan yang kental menjadi nilai lebih bagi resort ini, sehingga bagi Nyoman Miyoga, sebagai desainer lanskap, yang dipercaya untuk mendesain, memasukkan nilai lebih tersebut kedalam konsep taman secara keseluruhan.
Sehingga Nyoman banyak menanam pohon-pohon besar agar lebih teduh untuk mendapatkan “suasana hutan”, tetapi semua vila yang ada masih mendapatkan view ke arah pantai dan lembah. Mengingat kondisi lahan di lokasi, ada beberapa tantangan yang dihadapi, seperti tanah kering dan banyak bebatuan sehingga perlu mendatangkan tanah yang subur dari luar, sehingga menjadi tantanan tersendiri ketika mendesain taman resort ini.

Berdasarkan site lahan serta kondisi lingkungan sekitar, maka Nyoman Miyoga mengangat konsep utama yaitu konsep keseimbangan dari “Rwa Bhineda”. Site dibagi menjadi dua yang dibatasi oleh jurang yang dibuat sungai mengalir dengan beberapa air terjun dan sebagian dengan sungai kering, ada air hanya pada saat musim hujan dengan tatanan “spine” garden. Walau site dibagi dua tetapi menjadi kesatuan taman yang harmonis yang dihubungkan oleh jembatan. Konsep “Rwa Bhineda” adalah konsep dari philosophy Bali yang mengatur suatu keseimbangan dari dua unsur yang berlawanan, seperti hitam dan putih, pantai dan gunung, siang dan malam. Dari konsep utama ini dijabarkan kedalam desain taman, baik dalam pemilihan material hardscape, seperti menggunakan batu bukit (limestone), area daerah pesisir yang dipakai untuk material planter box dan jembatan yang dikombinasikan dengan paras klating (paras abu tua dari daerah pegunungan untuk bahan finishing gate dan tembok vila serta material papan penunjuk).

Demikian pula dengan pemilihan jenis tanamannya, tetap berpatokan pada konsep utama, selain menggunakan tanaman pantai seperti pohon ancak (ficus religiosa), plendo (scaevola taccada), pandan (pandanus sp), kembang kertas (bougainvillea), dan lainnya. Juga menggunakan jenis tanaman pegunungan, seperti palm kuning (chrysalidocarpus lutescens), palm bergu (rhapis humilis), kadaka (asplenium nidus), dan lainnya. Agar terlihat tertata alami dan cantik, Nyoman membagi zona berdasarkan pemilihan jenis tanaman, seperti area entrance ditanam banyak rumput agar terkesan luas, lalu jalan masuk menuju vila dibuat seperti suasana perumahan dengan adanya angkul-angkul Bali, dan tamannya banyak menggunakan palm kuning dan kembang sepatu (hibiscus sp), palm bergu untuk memberikan kesan suasana pedesaan. Sedangkan untuk area “spine” dan area “creek” banyak menggunakan tanaman pantai, seperti kembang kertas, kaktus, plendo, pandan dan lainnya.

Sedangkan untuk pencahayaan digunakan lampu taman yang didesain menggunakan beberapa lampu sorot untuk pohon dan artwork, serta beberapa lampu standing untuk area tangga yang didesain oleh specialist lighting. Sehingga suasana di resort baik siang maupun malam hari dapat menghadirkan ambience yang berbeda yang nyaman untuk dirasakan.
Lokasi : Raffles Bali , Jimbaran – Bali
Landscape Architect : I Nyoman Miyoga (PT. Ramawijaya Indonesia Internasional Design)
Master Site Plan Landscape : James Hyatt Studio
Principal Design Landscape : Alm. Made Wijaya






















