Asrinesia.com – PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kembali meluncurkan model terbaru kulkas dua pintu berteknologi J-TECH Inverter. Peluncuran ini merupakan bagian dari rangkaian strategi jangka panjang perusahaan yang menargetkan total 12 model baru hingga akhir 2025.
Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, menegaskan bahwa peluncuran model terbaru ini merupakan langkah konkret perusahaan untuk memperkuat bisnis Sharp di Indonesia.
“Kami percaya bahwa keberhasilan jangka panjang ditentukan oleh pemahaman mendalam terhadap konsumen lokal. Maka dari itu, strategi pengembangan produk kami selalu berlandaskan pada prinsip ‘local fit innovation’. Tidak hanya memperhatikan tren global, namun juga mengutamakan kenyamanan dan kebutuhan masyarakat Indonesia yang unik dan dinamis,” ungkapnya.
Meski pasar kulkas dua pintu secara nasional hanya tumbuh sekitar 0.8% hingga pertengahan 2025, Sharp berhasil mencatatkan peningkatan market share di kategori kulkas dua pintu menjadi 33.6% (dari sebelumnya 31.9%).
Baca juga : IndoBuildTech Expo Surabaya 2025 Hadirkan Solusi Lengkap untuk Konstruksi dan Desain
Di segmen kulkas 2 pintu, kontribusi kulkas berteknologi inverter mencapai 39%, dan di segment Inverter ini, Sharp berhasil mendongkrak pangsa pasar dari 4.5% menjadi 7.5%. Sharp kini menetapkan target ambisius untuk mencapai market share inverter sebesar 15% pada akhir tahun 2025.
Darma Effendy, Refrigerator Product Strategy Group Manager, PT Sharp Electronics Indonesia, menyampaikan bahwa pengembangan lini kulkas terbaru ini tak lepas dari proses riset pasar dan adaptasi lokal yang mendalam.
Setiap model yang diluncurkan mencerminkan perpaduan antara teknologi Jepang yang canggih dan pemahaman akan preferensi rumah tangga Indonesia.
“Kami mengusung konsep produk ‘Unique, the Only One, and Local Fit’. Misalnya, dari desain hingga fitur penyimpanan, semua kami sesuaikan dengan kebiasaan memasak dan menyimpan makanan masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Dari dua belas model yang sudah dan akan diluncurkan, sepuluh model diantaranya diproduksi di dalam negeri, di pabrik Sharp Karawang dan menyasar segmen menengah hingga premium.
Sejak awal Januari 2024, setiap unit produk dirancang tidak hanya sebagai alat penyimpan makanan, tetapi juga sebagai elemen interior rumah yang mempercantik ruangan serta mendukung gaya hidup sehat dan praktis.
Peluncurkan dua model baru seri SHINE J-TECH Inverter (SJ-386SI-DS | 306 L, SJ-356SI-DS | 276L), yang juga mengusung konsep fitur “The Only One”, MEGA FREEZER, yaitu ruang freezer dengan ratio 30:70 dibandingkan dengan ruang pendingin lemari es.
Fitur “The Only One” ini dapat mengkomodir makanan beku dalam jumlah yang sangat banyak dan berukuran besar, serta Mega Crisper dengan Humidity Control untuk mengatur kelembaban pada saat menyimpan sayur atau buah – buahan, memberikan kapasitas penyimpanan maksimal untuk rumah tangga aktif dan keluarga besar.
Baca juga : Summarecon Agung Gelar Expo 2025 di Empat Kota Tawarkan Hadiah Menarik
Seluruh model terbaru ini dilengkapi dengan teknologi andalan Sharp, seperti: J-TECH Inverter Technology – Kompresor dengan 36 tahapan kecepatan untuk pendinginan cepat, stabil, dan hemat energi.
Selain itu, Ion Plasmacluster yang aktif 24 jam sehari mampu menonaktifkan virus, jamur, dan bau tidak sedap dan Ag+ Nano Deodorizer : mampu mengurangi & menyerap bau tidak sedap serta Express Ice Making – Fitur pembuat es cepat untuk kebutuhan mendesak.
Keseluruhan produk sudah tersedia secara luas di jaringan ritel Sharp, termasuk dealer tradisional, hypermarket, dan e-commerce.
Berdasarkan laporan Euro Monitor dan capaian luar biasa di pasar domestik, Sharp Indonesia kembali membuktikan diri sebagai pemimpin pasar kulkas nasional. Keberhasilan ini bukan hanya hasil dari inovasi teknologi yang konsisten, tetapi juga dari kemampuan memahami dan menjawab kebutuhan konsumen Indonesia.
“Dengan visi jangka panjang, strategi berbasis konsumen, dan komitmen terhadap kualitas, Sharp siap mempertahankan dominasinya sekaligus membuka babak baru pertumbuhan bisnis yang lebih kuat, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia.”, tutup Darma.






















