Ubud terkenal diantara para wisatawan mancanegara, karena terletak di antara sawah dan hutan yang berjurang- jurang sehingga membuat pemandangan alam yang sangat indah, dan udara yang sejuk. Di Ubud ini pulalah terdapat resort dan spa yang berada di atas lahan seluas 7000 m2. Dari total luas secara keseluruhan, sebanyak 5200m2 diperuntukan untuk ruang terbuka hijau, sehingga suasana alami dapat dihadirkan di resort ini.


Karakter dari taman gaya Bali pada umumnya adalah tropis, alami, penuh dengan ornament yang beragam serta vegetasi alami, seperti halnya konsep lanskap dari resor ini, Nyoman Myoga, menerapkan konsep alami gaya khas Ubud, dengan ciri khas ada dua view ke sawah dan terdapat pancuran air mancur. Desain lanskap mengambil konsep burung bangau (burung kokokan) yang menjadi inspirasi, karena lokasi resort ini dekat dengan Desa Petulu, Ubud yang terkenal dengan pariwisata alam burung bangaunya (burung kokoan), dan burung ini disucikan. Konsep burung bangau ini dijadikan konsep dan daya tarik dengan memasukkan ke dalam desain, seperti tema lukisan di setiap kamar hotel, motif tangga lobi dan tangga ke main pool yang diinterprestasikan dan dibuat oleh seniman kenamaan, Pintor Sirait. Demikian pula pada detail-detail bangunan seperti panel ukir untuk pintu kamar dan dinding bangunan, serta art-work decorative wall di depan lobi menggunakan gaya khas cemul, seniman patung gaya ekspresionis asal Ubud.

Menurut Nyoman Miyoga, dasar menerapkan konsep tersebut, ingin menjaga budaya lokal dan alam, agar tetap asri, serta menjaga kelestarian burung bangau, serta menghormati seniman lokal. Sedangkan pemilihan jenis tanaman, hampir semua jenis tanaman lokal yang ada di Ubud, sehingga mudah dalam perawatan dan cocok dengan lingkungan sekitarnya, seperti Kamboja (Plumeria), Palm Bergu (Rhapis humilis), Palm Kuning (Chryssalidocarpus lutescent), Walisongo (Scheffera actinophyla), Kelapa (Cocos nucifera), Pakis Krull (Nephrolepis biserrate furcan), Keladi (Claidum sp), dan Pakis Ekor Monyet (Alsophila glauca), dan lainnya.

Sedangkan untuk pembagian area/zona, dibagi beberapa area, diantaranya zona dekoratif yang dekat dengan bangunan, ada tanaman berwarna, seperti kamboja, puring batik, andong, dan onje merah. Lalu zona alami yang dekat dengan area sawah bernuansa hijau, seperti bambu hijau, sente, dan lainnya. Sedangkan pohon- pohon besar difungsikan sebagai pelindung merupakan pohon eksisting yang dipertahankan, seperti pohon Terap (Artocarpus odoratissimus blanco), pohon Ae (Platanus orientalis), ini termasuk pohon lokal dan kategori pohon langka. Sedangkan untuk jenis tanaman berbunga terdapat di dekat bangunan seperti Jempiring (Gardenia jasminoides) Onje Merah (Alpinia purpurata), Soka (Ixora chinensis), Kembang Sepatu (Hibiscus sp), Petrea Bunga Ungu (Petrea volubilis), dan lainnya.

Untuk kelengkapan taman seperti hardscape memakai bahan alami seperti cobble stone, untuk jalan area entrance dan lobi area, batu endesit untuk tangga bangunan dan tangga kebun, batu teplek Jember untuk pool deck, serta batu alam Bon Biu (batu lokal Bali) untuk planter dan box serta jembatan. Yang menjadi focal point dari resort ini adalah pada main pool nya dengan bentuk alami dan dapat terlihat dari semua kamar juga pemandangan hutannya. Dengan demikian suasana yang ingin dihadirkan di resort yaitu seolah-olah resort berada di dalam kawasan hutan pedesaan dengan suasana khas Ubud dapat dirasakan semua yang datang ke tempat ini. Sesuai dengan namanya AnandaDara yang memiliki arti anak, anugerah, kegembiraan, kebahagiaan. Dara sendiri memiliki makna “pearl of wisdom”, oak tree, fruitful, juga putri cantik, maka semua makna tersebut sudah terwakili dengan konsep lansekap dan bangunan yag ada di area resort ini.

Unsur pencahayaan didesain untuk menyempurnakan desain keseluruhan, desain pada lampu lantern memakai motif burung bangau, demikian juga pada lampu gantung berupa sarang burung. Penggunaan lampu sorot untuk menyoroti pohon besar dan artwork, sehingga suasana pada malam hari makin terasa romantis. Pelaksanaan proyek ini mulai dari desain sampai selesai hanya memakan waktu delapan bulan saja, dan ini merupakan proyek tercepat yang pernah dikerjakan, karena antara tim pelaksana dan owner sangat kooperatif.
Lokasi : AnandaDara Ubud Resort & Spa Br. Abangan, Tegallalang, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar – Bali
Principal Designer untuk Arsitektur, Lanskap & Interior : I Nyoman Miyoga (PT. Ramawijaya Indonesia Internasional Design)
Architect In Charge : I Made Lingga Prayoga, B.Sc (PT Ramawijaya Indoensia Internasional Design)
Interior Designer untuk Room Blok : Ryan Arista, ST
Fotografer: Key Photography






















