Terkadang, dilema terbesar dalam merancang rumah justru muncul dari keinginan untuk hidup sederhana, tapi tetap berkelas. Flow House menjawab dilema itu.
Dirancang oleh ConArch Studio, desian ini menjadi contoh bagaimana rumah satu lantai dengan luas bangunan 245 m² dapat terasa lapang, terang, dan elegan tanpa harus kehilangan sentuhan kemewahan. Dari luar tampil bersih dan tertutup, namun di dalamnya mengalir cahaya, udara, dan ritme kehidupan yang hangat.


Solusi arsitekturalnya terletak pada konsep ruang terbuka dan mengalir, dengan inner courtyard ber-skylight sebagai pusat sirkulasi cahaya dan udara.
Kehadiran skylight membuat rasa dan nuansa tropis menyeimbangkan antara privasi dan kenyamanan alami. bukaan besar, kaca-kaca, serta atap pelana tropis menciptakan rumah yang mampu bernapas dan beradaptasi dengan iklim Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia tanpa kehilangan nuansa modern minimalisnya.

Di balik kesederhanaan desainnya, Flow House menyimpan makna emosional, sebuah ruang yang dirancang agar dua orang yang jarang berjumpa bisa kembali menemukan waktu untuk bersama.
Dari desain interiornya yang hangat, fungsional, dan penuh kejujuran material, konsep dan fokus desain minimalis ini menghadirkan rasa “pulang” yang sesungguhnya.


Bukan cuma soal rumah untuk ditinggali saja, Flow House adalah sebuah ruang untuk hidup, saling bercengkerama, dan merayakan keseharian dengan tenang.
Sebagai salah satu firma arsitek di Jakarta, ConArch Studio memperkuat visinya yang berfokus pada bentuk, fungsi, emosi, kualitas hidup, keberlanjutan dari sebuah bangunan dan juga mewujudkan visi dan impian dari sang owner.






















