Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural bukan hanya tentang menghadirkan material alami atau estetika tropis, tetapi tentang bagaimana sebuah hunian mampu berinteraksi langsung dengan lanskap di sekitarnya. Arsitektur yang baik hendaknya selaras dengan konteks keberadaannya. Upaya tersebut dengan merespon perilaku iklim, kondisi lingkungan, dan topografi setempat dimana bangunan itu didirikan. Patokan dasar inilah yang dilakukan oleh tim Alima Studio, ketika mendesain rumah yang berada di atas lahan seluas 786 m2 ini. Melihat tapak site yang cukup bagus dan terletak di area yang asri serta jauh dari polusi, dan di bagian belakang rumah memiliki view sawah, maka atas dasar kondisi tersebut, timbulah inspirasi untuk memaksimalkan interaksi antara arsitektur dengan lingkungan sekitar, sehingga muncullah konsep Modern Natural sebagai tema utama dalam pendekatan desainnya.


Dalam hal ini tim desain juga berkolaborasi dengan ahli fengshui yang dipercaya oleh pemilik rumah, dan setelah melalui proses diskusi, maka ada kesepakatan bahwa massa bangunan di bagian kiri harus lebih tinggi dari massa bangunan bagian kanan. Berangkat dari hal tersebut, timbul ide untuk membuat aksen utama barupa frame yang juga berfungsi sebagai kanopi bangunan dengan tambahan geometri melengkung sebagai pemanis fasad agar tidak terkesan kaku. Massa bagian kanan diberi secondary skin sebagai buffer terhadap jalan masuk dan sebagai penyaring panas dari cahaya matahari pada ruangan kamar di belakangnya. Sedangkan fasad belakang diolah menyesuaikan dengan fasad depan dengan bukaan yang lebih besar untuk memaksimalkan kondisi site dengan view yang bagus.

RE House seluas 598 m2 ini memiliki fasilitas seperti pada umumnya sebuah rumah tinggal, juga dilengkapi kolam renang berukuran 12 x 4,5 meter yang dilengkapi dengan air terjun buatan dengan view ke sawah dan danau, juga dilengkapi dengan sunken seating semi outdoor. Innercourt dengan konsep zen garden turut melengkapi fasilitas rumah ini. Area servis terdapat di bagian depan dengan akses yang terpisah, area semi privat ada di lantai 1 dari tengah sampai belakang, serta area privat, seperti kamar tidur, play room, ruang kerja, serta jacuzzi pada kamar mandi utama berada di lantai 2.


Keberadaaan innercourt di rumah ini dirancang untuk memperkuat unsur natural, sekaligus sebagai salah satu sumber pencahayaan pada bagian dalam rumah, untuk itu dirancang lengkap dengan kanopi yang menggunakan material penutup solar flat bening dan dapat dibuka dan ditutup menggunakan remote, innercourt ini juga menjadi transisi antara RE House dan rumah tinggal milik orang tua yang berada di sebelahnya.
Yang menarik dari rumah ini, adanya air terjun buatan yang berasal dari lantai 2 yang jatuh tepat di atas kolam renang, dengan ketinggian yang disesuaikan, sehingga memberikan nuansa dan efek air terjun sesungguhnya, dan ini pula yang menjadi point of interest, sehingga suasana yang ingin dihadirkan yaitu natural layaknya modern vila ke dalam rumah. Rumah ini selain untuk tempat beristirahat, diharapkan penghuni rumah merasa nyaman lengkap dengan fasilitas yang tersedia. Untuk itulah tim desain sejak awal merancang rumah ini memiliki vibes vila tropis, agar ketika penghuni pulang ke rumah seolah pergi ke vila di luar kota.

Penyelesaian untuk interior dirancang dengan konsep luxury, dengan memadukan area outdoor dan indoor, sehingga suasana outdoor dapat dirasakan dari dalam rumah. Penggunaan aksen kayu juga memberikan kesan hangat dan homey.

Sisi belakang rumah dirancang menjadi oase bagi penghuninya, diantaranya dibuat beberapa undakan tangga yang berfungsi untuk turun ke bagian taman belakang yang lebih rendah dari level kolam, taman dibuat lebih rendah agar memaksimalkan view. Pemakaian material di rumah ini disesuaikan dengan konsepnya, yaitu menggunakan material dengan looks natural seperti kayu dan batu. Terakhir adalah unsur pencahayaan yang tak kalah pentingnya untuk menghadirkan cahaya terutama malam hari juga untuk menambah estetika, untuk itu dipakai kombinasi antara indirect lighting, downlight, dan Ied strip untuk mempertegas beberapa aksen fasad, dengan temperature 3000K (warm white) agar terlihat mewah namun hangat.
Lokasi : RE House
Arsitek : Alima Studio
Tim Desain : Michael, Arnold Achdijanto, dan Hendry Winata
Interior Desain : Alta Design Lab
Kontraktor : RAF Contractor
Fotografer: Kiearch






















