Hunian seluas 700 m2 ini diberi nama Montana House, terletak di bukit dengan kontur yang curam dan memiliki view utama yang menghadap ke barat. Merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi arsitek, mengingat keberadaan lokasi serta site lahan di lapangan. Posisi bangunan ini berada di ujung jalan, sehingga membutuhkan desain yang unik dan berbeda dari bangunan yang berada di sekitarnya. Maka muncullah ide untuk menghadirkan sosok bangunan bergaya modern futuristik agar lebih eye-chatching dibandingkan bangunan lainnya, bahkan bangunan ini menjadi ikonik di lingkungan tersebut.

Arsitek kemudian merancang konsep yang awalnya membutuhkan bidang masif untuk menghalangi panas matahari barat, supaya tidak terlihat kotak box yang kaku, maka massa bangunan dibuat bentuk trapesium terbalik , bermaterial cor beton dan finishing cat artistik motif logam emas, yang menjorok lebih lebar dibanding lantai satu, dan ini merupakan jawaban untuk mengurangi panas matahari sore, tanpa mengurangi potensi view yang bisa dinikmati dari seluruh sudut ruangan yang berada di lantai satu. Sedangkan ruangan yang berada di lantai dua, panas dapat dikurangi dengan penggunaan sunscreen berupa garis diagonal yang berfungsi juga sebagai elemen estetis. Balkon besar yang berada di lantai dua, selain berfungsi sebagai area santai, juga bermanfaat sebagai buffer panas bagi ruang duduk di belakangnya.

Bangunan berkonsep modern futuristik ini harus ditunjang dengan pemilihan material yang diaplikasikan, seperti pemakaian marmer bubble black untuk lantai, batu alam, kayu dan carbon. Kebetulan pemilik adalah seorang modifikator mobil yang kerap memakai material carbon dan diterapkan pada mebel dan pintu. Selain itu juga mamer black forest dipakai pada dinding sebagai background di area TV.
Bangunan yang terdiri dari tiga lantai ini dibagi menjadi tiga area, yaitu basement untuk area servis, garasi, dan gudang. Lantai satu untuk living, dining, pantry, dapur kotor, ruang bermain anak, ruang tidur tamu, ruang fitness, dan kolam renang. Sedangkan di lantai dua diperuntukan untuk area privat, seperti ruang tidur utama, ruang tidur anak, dan balkon.


Furnitur dan elemen dekorasi lainnya dirancang custom, dengan konsep modern agar dapat menyatu dengan konsep bangunan. Mengingat bangunan ini menghadap ke barat, maka untuk pemilihan warna secara keseluruhan adalah warna earthtone yang gelap, hal ini bertujuan untuk mengurangi silau dari pantulan sinar matahari dan untuk mendapatkan kesan glamour.


Lokasi: Montana House-Semarang
Arsitek & Desain Interior: Egino Tri Prasetyo dari Utopia Architecture
Fotografer: Utopia Photography






















