Asrinesia.com – Pasar hotel bintang 4 dan 5 tidak terpengaruh gejolak geopolitik seperti perang di Timur Tengah. Pasar hotel bintang 4 dan 5 kebanyakan orang asing. Berbeda dengan pasar hotel bintang 3 dan hotel bujet yang didominasi wisatawan domestik.
Karena itu pasar hotel bintang 5 tidak terpengaruh oleh gejolak geopolitik tersebut, tapi justru diuntungkan karena wisatawan asing membayar tarif hotel lebih murah dengan mata uangnya.
Okupansi hotel bintang lima kami di Jakarta dan Bali seperti Sheraton dan Hyatt, tetap meningkat selama triwulan pertama tahun ini,” tutur Anthony Prabowo Susilo – Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia yang didampingi oleh Surina-Direktur Keuangan Paradise Indonesia, saat Media Gatherimg di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Baca juga : MR.D.I.Y. Indonesia Tembus 1.300 Toko
Direktur Keuangan Paradise Indonesia Surina mengungkapkan, pada kuartal dua 2026 akan ada lonjakan pendapatan INPP dari pengoperasian 23 Semarang, yang dijadwalkan menerima kunjungan pertama pdan grand opening pada 13 Juni 2026. Mal ini diprediksi akan menjadi leisure destination terbesar di Jawa Tengah.
Perseroan juga mengaku tetap optimistis terhadap daya beli masyarakat. Menurut Surina, konsep pusat perbelanjaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat belanja, melainkan destinasi hiburan dan leisure experience.
“Jadi memperbesar porsi tenant food and beverage untuk menarik trafik pengunjung. Leisure mall dan destination. Jadi bukan sekadar tempat belanja, tapi tempat orang datang untuk menikmati pengalaman,” ujarnya.
Baca juga : Rayakan Usia Ke- 56 Tahun, Sharp Indonesia Adakan “Run for the Future”
Terkait hotel, ia mengungkapkan hotel INPP Harris Suites fX Sudirman di pusat bisnis utama Jakarta yang selalu fully booked, akan direnovasi dan ditambah jumlah kamarnya. Sementara hotel INPP di Batam dan Yogyakarta akan dipercantik.
Paradise Indonesia akan melanjutkan ekspansi pada segmen komersial dan perhotelan guna memperkuat pendapatan berulang serta menjaga kinerja yang berkelanjutan. Perusahaan telah menyiapkan pipeline pengembangan, termasuk proyek Antasari Place Tower 2 dan pengembangan 88 Plaza, yang akan dijalankan secara terukur dan terencana untuk mendukung target pertumbuhan jangka panjang.
“Paradise Indonesia meyakini bahwa ekspansi yang dilakukan secara terukur akan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas recurring income. Dengan strategi ini, kami optimistis dapat mempertahankan kinerja yang solid dan berkelanjutan ke depan,” ujar Anthony P. Susilo.
Baca juga : Signify Menerangi Masa Depan Keberlanjutan
Anthony Prabowo Susilo menilai strategi pengembangan bertahap penting karena industri properti sangat bergantung pada keseimbangan antara modal dan penguasaan lahan. Anthony juga menegaskan pusat perbelanjaan besar tetap memiliki pasar tersendiri dalam jangka panjang.
Menurutnya, di setiap kota besar biasanya hanya ada tiga hingga empat mal utama yang benar-benar dominan. Oleh karena itu, pihaknya tetap percaya diri mengembangkan proyek mal bahkan di tengah pandemi maupun perlambatan ekonomi.
Untuk sektor hotel, Anthony mengakui segmen hotel bintang tiga ke bawah menjadi yang paling terdampak perlambatan pasar. Namun, hotel premium milik perseroan justru masih mencatatkan performa kuat. “Hotel Hyatt kami malah mencatatkan kinerja tertinggi. Dari 13 hotel, hanya dua yang bintang tiga, jadi kami relatif tidak terlalu terdampak,” katanya.
Baca juga : Membuat Kamar Mandi Kecil Terus Rapi dan Mendukung Aktivitas
Selain itu, INPP juga mulai menggarap pasar Kalimantan melalui proyek 88 Plaza Balikpapan. Dengan luas lahan 8 hektar, proyek low density development ini baru saja meluncurkan Ruko Asthon sebanyak 49 unit.
Dirancang sebagai distrik urban dengan konsep open plaza, 88 Plaza menggabungkan area bisnis, gaya hidup, dan ruang publik dalam kawasan terpadu yang inklusif. Anthony menjelaskan bahwa membangun ruko jauh lebih sederhana dari sisi cash flow dan tekanan operasional dibandingkan proyek mixed-use skala besar.
Melalui keberhasilan pengembangan proyek dari skala high density ke low density, Paradise Indonesia optimis dapat terus tumbuh di atas rata-rata industri. Perseroan yang kini memiliki 26 unit bisnis—termasuk 6 mal, 13 hotel, dan 6 properti lainnya—berkomitmen untuk terus menambah minimal satu lini bisnis baru setiap tahunnya sebagai motor penggerak pendapatan di masa depan.
Saat ini Paradise Indonesia telah mengelola 6 pusat belanja, 13 hotel dan 6 proyek property. “Setiap proyek yang kami hadirkan bukan sekadar bangunan, tetapi ekosistem yang membuat kawasan tumbuh,” tutup Anthony.






















