Hunian tropis kontemporer di Surabaya hasil kolaborasi arsitek Paulus Setyabudi dan desainer interior Alexander Gunawan ini menampilkan harmoni antara fungsi dan estetika. Dirancang dengan pendekatan tropis modern, hunian dua lantai ini memanfaatkan kanopi lebar sebagai elemen utama, menghadirkan keteduhan, kenyamanan, dan karakter arsitektur yang elegan di tengah iklim panas kota Surabaya.
Konsep tropis modern yang diusung, diwujudkan dalam bentuk ruang/volume massa “bertopi”/kanopi, yang memunculkan bayangan dan memberi keteduhan pada ruang dalam. Bentuk massa bangunan murni, kontemporer dan sederhana, dikombinasikan dengan bentuk atap horisontal lebar untuk menjawab berbagai masalah iklim di kota Surabaya yang terik dan panas. Penerapan bentuk massa memanjang (tidak square) sebagai upaya untuk menerapkan konsep aliran udara secara silang/cross ventilation.


Fasad yang terlihat modern dan menarik, menggunakan material marmer untuk mencegah pengecatan berkala pada bangunan. Untuk menghindari pantulan yang terlampau terang atau silau, dipilih marmer warna abu tua yang juga membuat ruang dalam menjadi lebih teduh.
Elemen screen dari bahan rotan sintetik pada dinding fasad berperan sebagai elemen tabir surya, sekaligus membentuk bayang-bayang pada dinding koridor entrance, menciptakan dimensi gelap dan terang yang atraktif. Rotan sintetik juga dipakai pada elemen bangunan lainnya, seperti pintu garasi, berkesinambungan, mencerminkan hunian tropis kontemporer yang dibalut modern.

Indonesia dengan curah hujan yang cukup tinggi menjadi sebuah tantangan tersendiri. Detail-detail talang vertikal dan pembuangan air serta kanopi dirancang menjadi elemen dekoratif di samping untuk aspek fungsional. Elemen deck kanopi horisontal menaungi garasi hingga ke area pintu masuk rumah, yang berfungsi sebagai elemen pengarah yang menyatukan bentuk massa dari area servis dan ruang keluarga. Elemen horisontal juga memberi skala pada area publik. Permainan ketinggian level lantai dan taman pada area publik ini memberikan dinamika dan karakter ruang yang intim/humble.

Hunian dua lantai dengan bukaan lebar, memiliki pandangan luas ke arah lapangan golf yang luas, hijau dan menawan. Dirancang dengan konsep zonning ruang berdasarkan analisa dari posisi tanah terhadap arah orientasi matahari, serta kondisi kontekstual lahan. Potensi lahan pemandangan padang golf menjadi pertimbangan terhadap peletakan zona servis area yang diletakkan di bagian depan, sehingga pandangan luas ke arah area golf dapat dinikmati dari ruang inti.
Untuk menyederhanakan dan meminimalisasi tapak area bangunan di dalam lahan yang boleh dibangun, garasi ditempatkan pada area di luar zona garis sepadan bangunan, sehingga hunian ini memperoleh ruang terbuka/taman yang lebih besar.
Pada area bagian belakang ditempatkan ruang utama di mana ruang tersebut berfungsi sebagai ruang inti, tempat berkumpulnya keluarga pada sore hari. Konsep open plan pada ruang inti yaitu ruang keluarga, dapur dan ruang makan tidak diberi sekat secara masif. Konsep keterdekatan ruang ini mencerminkan karakter dari hubungan antar anggota keluarga.

Permainan skala open plan pada ruang keluarga dan ruang makan dengan penggunaaan void pada ruang keluarga untuk menciptakan suasana terbuka dengan pandangan ke arah padang golf. Skala ruang yang lebih rendah pada area dapur dan ruang makan, menghadirkan suasana intim bagi penghuni. Struktur bentang lebar dengan menggunakan balok pre stress pada bukaan pintu alumunium geser ke arah taman belakang, mengoptimalkan pandangan ke luar.

Detail-detail arsitektur dengan permainan screen motif pada bagian langit-langit dan fasad diperkuat dengan bidang-bidang finishing interior yang flat dan clean sehingga bisa menciptakan shading dan shadow nuansa interior yang berbeda tiap waktu, yang menambah kesan mewah.
Setiap ruang didesain unik dan bersifat personal, terutama ruang tidur. Seperti ruang tidur anak laki-laki yang mempunyai hobi mendengarkan musik dan bermain game di komputer. Untuk kebutuhan tersebut, meja komputer didesain berbentuk L dengan kursi low seater untuk faktor kenyamanan, selain itu juga dapat menikmati pandangan ke arah lapangan golf. Berbeda dengan ruang tidur anak perempuan yang senang dengan model tatami, yang dirancang dengan model dipan kasur tatami.


Konsep interior dirancang selaras dengan konsep arsitektur, sehingga ruang dalam dan ruang luar bersinergi. Skema bahan untuk interior dan furnitur banyak menggunakan veneer kayu, yaitu veneer Eucalyptus yang dibuat dengan tone gelap dan veneer white oak. Penggunaan veneer bernada gelap untuk menambah kesan homey dan hangat pada ruang.

Skema warna untuk interior dan eksterior yang menggunakan warna monokrom. Koleksi artwork pemiliki rumah ditampilkan sebagai aksen ruang. Artwork dengan warna bold terlihat semarak berlatar belakang warna monokrom pada panel dinding.
Melalui sentuhan arsitektur tropis modern, detail kanopi horisontal, serta desain interior yang selaras, hunian ini berhasil menghadirkan harmoni antara fungsi dan estetika. Karya ini menjadi inspirasi nyata dari sebuah Hunian Tropis Kontemporer yang relevan dengan gaya hidup masa kini.
Arsitek : Paulus Setyabudi
Desainer Interior : Alexander Gunawan
Desainer Pencahayaan: SSA LIGHTING
Fotografer : Sonny Sanjaya, Hans Havilah






















