• Privacy Policy
  • Tentang Asrinesia
  • Hubungi Kami
Friday, 23 October 2026
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
No Result
View All Result
asrinesia
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya
‘WARI’ Art/Interior 2026: Ketika Karya Seni Menemukan Ruang untuk Hidup

‘WARI’ Art/Interior 2026: Ketika Karya Seni Menemukan Ruang untuk Hidup

Didan Sardjono by Didan Sardjono
23 October 2026
in Seni & Budaya
0
103
VIEWS
Share on Facebook

Asrinesia.com – Seni tidak selalu harus hadir di dalam ruang galeri dengan dinding putih dan pencahayaan yang seragam. Sebuah karya dapat memiliki pengalaman yang berbeda ketika ditempatkan di antara furnitur, material, tekstur, cahaya, dan elemen interior yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Gagasan inilah yang menjadi dasar penyelenggaraan WARI’ Art/Interior 2026 di showroom Javier, Jakarta Design Center (JDC), Jakarta, pada 20–24 Oktober 2026.

WARI’ mempertemukan seni rupa kontemporer Indonesia dengan desain interior dan craftsmanship. Pameran ini digagas Martin Lim melalui Javier bersama BK Studio dan Galeri ZEN1, dengan menghadirkan karya dari sejumlah seniman Indonesia dalam komposisi ruang yang dirancang secara utuh. Dengan pendekatan tersebut, karya seni tidak ditempatkan sebagai elemen tambahan, melainkan menjadi bagian dari percakapan antara objek dan ruang.

Konsep WARI’ berangkat dari gagasan tentang bagaimana sebuah benda ditempatkan dan berinteraksi dengan lingkungannya. Nama WARI’ sendiri terinspirasi dari konsep wari’ dalam tatanan adat Bugis yang berkaitan dengan pengaturan, klasifikasi, kedudukan, dan penempatan. Dalam konteks pameran, gagasan tersebut diterjemahkan menjadi perhatian terhadap posisi karya, skala, proporsi, material, pencahayaan, hingga hubungan antarelemen di dalam ruang.

Di dalam WARI’, interior yang dikembangkan Martin Lim melalui Javier menjadi fondasi bagi kehadiran karya seni. Cabinetry, bidang arsitektural, architectural joinery, eksplorasi material, hingga teknik finishing khusus membentuk karakter ruang. Sementara itu, BK Studio menangani kurasi spasial yang mencakup penempatan karya, komposisi display, alur pengunjung, serta elemen dekoratif.

Hasilnya adalah ruang yang tidak sekadar menjadi latar bagi karya. Dinding, furnitur, material, cahaya, dan objek seni berada dalam satu komposisi. Sebuah patung dapat memberikan kesan berbeda ketika diletakkan di area transisi dibandingkan ketika berada di tengah ruang duduk. Begitu pula lukisan yang dapat berubah karakter ketika berhadapan dengan warna bidang dinding, tekstur material, maupun arah pencahayaan.

Pendekatan ini sekaligus memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk membayangkan bagaimana karya seni dapat hadir di rumah atau ruang komersial. Seni tidak lagi terasa sebagai sesuatu yang hanya dinikmati ketika berkunjung ke galeri, tetapi dapat menjadi bagian dari suasana ruang dan kehidupan sehari-hari.

WARI’ juga menjadi ruang pertemuan berbagai pendekatan artistik. Lima seniman dihadirkan dengan karakter karya yang berbeda, yaitu Andry Boy Kurniawan, Apin, Arief Witjaksana, Indra Evendi bersama Alex Bayusaputro, serta Yudi Sulistyo. Mereka tampil berdampingan dengan koleksi khusus karya Hendra Gunawan, Made Wianta, dan Ugo Untoro.

Andry Boy Kurniawan menghadirkan patung resin tiga dimensi dengan karakter imajinatif, termasuk karya baru yang terinspirasi figur shio Tionghoa dan tanda zodiak. Apin dikenal melalui pendekatan yang memadukan humor dan komentar sosial dengan pembacaan ulang terhadap objek keseharian. Sementara itu, Arief Witjaksana membawa dunia Malaccan Tales yang mempertemukan seni rupa, desain karakter, dan art toys.

Eksplorasi objek juga terlihat melalui karya Indra Evendi bersama Alex Bayusaputro dalam seri Batloon. Keduanya memperlihatkan bagaimana bentuk patung dapat dikembangkan untuk hadir dalam konteks ruang yang berbeda. Adapun Yudi Sulistyo mengolah kertas, kardus, dan material lain menjadi objek mekanis yang detail, seperti kendaraan dan struktur menyerupai mesin.

Keragaman karya tersebut membuat WARI’ tidak hanya berbicara mengenai satu gaya seni. Setiap objek memiliki bahasa, material, bentuk, dan karakter yang berbeda. Justru melalui perbedaan itu, penataan ruang menjadi penting karena membantu setiap karya menemukan konteks visualnya masing-masing.

Di sisi lain, keterlibatan Martin Lim dan Javier memperlihatkan bahwa craftsmanship dapat menjadi bagian dari pengalaman artistik. Eksplorasi kayu, tekstur permukaan, material, serta finishing dikembangkan bukan sekadar untuk menghasilkan elemen interior, tetapi juga untuk memperlihatkan bagaimana proses tangan dan pemahaman terhadap material dapat menghasilkan karakter tersendiri.

Kurasi seni yang dilakukan Galeri ZEN1 melengkapi pendekatan tersebut dengan menghadirkan karya para seniman dan menjaga agar identitas setiap karya tetap menjadi perhatian utama. Pencahayaan oleh Jimmy Marianto dari JRP Lighting serta lanskap oleh Sing Mahadi dari Grow Little Garden turut melengkapi suasana ruang melalui permainan cahaya, tekstur, dan elemen natural.

Pada akhirnya, WARI’ menawarkan cara berbeda dalam melihat hubungan antara seni dan interior. Karya tidak berdiri sendiri, begitu pula ruang bukan sekadar tempat untuk memajangnya. Keduanya dapat saling memperkuat ketika ditempatkan dengan pertimbangan yang tepat.

Melalui pameran ini, pengunjung diajak melihat bahwa sebuah karya seni dapat memiliki kehidupan yang lebih luas ketika menemukan ruang yang sesuai. Dari patung, lukisan, hingga objek berbasis material dan craftsmanship, semuanya dapat menjadi bagian dari ruang hidup sekaligus membawa karakter baru bagi lingkungan di sekitarnya.

WARI’ Art/Interior 2026 berlangsung hingga 24 Oktober 2026 di Showroom Javier, Lantai 3, Jakarta Design Center. Lebih dari sekadar pameran, WARI’ memperlihatkan kemungkinan bahwa seni dan interior dapat bertemu dalam satu pengalaman—ketika sebuah karya tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan sebagai bagian dari ruang.

Kehadiran WARI menjadi salah satu wujud bagaimana JDC tidak hanya berperan sebagai destinasi bagi kebutuhan desain dan interior, tetapi juga sebagai ruang bertemunya ide, komunitas, dan berbagai perspektif kreatif untuk melahirkan karya serta pengalaman yang bermakna. Melalui dukungan terhadap inisiatif seperti ini, JDC berharap dapat terus mendorong kolaborasi yang memperkaya lanskap seni dan desain di Indonesia.

Foto : Istimewa

 

Tags: 'WARI’adat BugisArt/Interior 2026BK StudiocraftsmanshipDesain InteriorGaleri ZEN1Jakarta Design CenterJavierKarya SeniRuang untuk Hidup
Share41Tweet26Share7Pin9SendShareShareShare1ShareShare
Didan Sardjono

Didan Sardjono

Tulisan Lainnya

”Figure A”, Menjelajahi berbagai kemungkinan sosok manusia
Berita

”Figure A”, Menjelajahi berbagai kemungkinan sosok manusia

18 December 2024
ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi
Seni & Budaya

ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

1 November 2024
Kolaborasi Karya Seni TACO dan Indieguerillas di Art Jakarta 2024
Berita

Kolaborasi Karya Seni TACO dan Indieguerillas di Art Jakarta 2024

24 October 2024
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Hunian Modern Masa Kini

8 March 2022
Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

2 February 2018

Nuansa Lokal Dalam Desain Hunian

16 February 2022

Harmoni Antar Ruang

13 February 2022
Inovasi Terbaru dari King Koil

King Koil Luncurkan Matras Berteknologi Tinggi

5
Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

4
PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

4
ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

4
Ketika Batu Menjadi Seni di Dalam Ruang

Ketika Batu Menjadi Seni di Dalam Ruang

23 October 2026
‘WARI’ Art/Interior 2026: Ketika Karya Seni Menemukan Ruang untuk Hidup

‘WARI’ Art/Interior 2026: Ketika Karya Seni Menemukan Ruang untuk Hidup

23 October 2026
Midea Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Siapkan Talenta Masa Depan

Midea Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Siapkan Talenta Masa Depan

20 October 2026
Sinar Mas Land Hadirkan Crystal Loft, di Royal Tajur, Kota Bogor

Sinar Mas Land Hadirkan Crystal Loft, di Royal Tajur, Kota Bogor

19 October 2026

Berita Terbaru

‘WARI’ Art/Interior 2026: Ketika Karya Seni Menemukan Ruang untuk Hidup

‘WARI’ Art/Interior 2026: Ketika Karya Seni Menemukan Ruang untuk Hidup

23 October 2026
Kolaborasi KANA Furniture x Rina Renville Adakan Kolaborasi

Kolaborasi KANA Furniture x Rina Renville Adakan Kolaborasi

7 March 2026
ICAD, “EARTH SOCIETY”

ICAD, “EARTH SOCIETY”

29 December 2025
Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

12 December 2025
Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

19 November 2025
Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

17 November 2025

Stay Connected

  • 56.2k Followers
Facebook Twitter Instagram Youtube LinkedIn Pinterest
asrinesia

ISSN : 9772599245001

Majalah Asrinesia adalah majalah inspiratif, inovatif dan kreatif yang membahas arsitektur, interior, taman, seni, budaya, lingkungan, dan pariwisata

Kategori

  • Advertorial
  • Arsitektur
  • Berita
  • Interior
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Seni & Budaya
  • Sketsa
  • Taman
  • Umum

Beli Majalah Asrinesia

  • Beli di Tokopedia
ARCH:ID 2026

©2025 Asrinesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine

©2025 Asrinesia