Manusia yang tenang akan menyelesaikan kompleksitas permasalahan kehidupanya, begitulah salah satu quotes yang bertebaran di internet. Zen Austerity menyelesaikan masalah-masalah yang muncul itu dalam sebuah desain arsitektur. Sebuah rumah mewah dengan sentuhan Japandi, ia mampu memahami bagaimana ketenangan menjadi sebuah kebutuhan dan jawaban dari masalah hunian.


Zen Austerity yang desain oleh ConArch Studio ini menunjukkan fasad rumah yang kokoh. Fasad kuat dan tegas menunjukkan tantangan utama arsitektur di masa sekarang: bagaimana menghadirkan ketenangan di tengah kehidupan urban yang padat dan serba cepat.
Banyak orang mengeluhkan rumah yang terasa sesak secara visual, terlalu banyak elemen, dan kurang menghadirkan ruang untuk bernapas. Mereka juga menginginkan ruang-ruang yang hangat dan tertata – hening dan tertutup dari hiruk dunia luar. Filosofi Zen ini menawarkan jalan keluarnya: menghapus yang berlebihan, memaksimalkan esensi.
“In Zen architecture, what is removed becomes as meaningful as what remains.”


Ruang-ruang seperti taman dalam rumah yang menampung cahaya, ruang makan yang mengalir dengan alami yang menyambung dengan taman, hingga kamar yang lembut menunjukkan bagaimana arsitektur mampu menjadi obat atas overstimulasi melalui keheningan yang estetis.

Solusi desainnya hadir melalui penyusunan lapisan ruang yang jernih, permainan cahaya alami, material yang tenang, serta hubungan kontinu antara arsitektur, interior, dan alam. Area kerja yang bernuansa lembut, kamar mandi yang minimal namun megah, dan ruang keluarga yang hangat dan lapang menegaskan prinsip austere beauty, kesederhanaan terarah yang mampu menciptakan kemewahan sejati.

Dengan menyelaraskan sirkulasi, meminimalisir visual clutter, dan memilih material bertekstur alami, desain arsitektur Zen mampu mempercantik ruang dan memulihkan ritme hidup penghuninya. Seperti ungkapan ini:
“Calm is a material, and austerity is its craft.”
Sebagai salah satu firma arsitek di Jakarta, Surabaya, dan Solo ConArch Studio berfokus pada bentuk, fungsi, emosi, kualitas hidup yang keberlanjutan dari desain dan pembangunan.
Arsitek : ConArch Studio






















