• Privacy Policy
  • Tentang Asrinesia
  • Hubungi Kami
Wednesday, 29 April 2026
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
No Result
View All Result
asrinesia
No Result
View All Result
Home Berita

IACF 2019, Bahas Ekosistem Industri Kreatif dan Arsitektur Nusantara

Didan Sardjono by Didan Sardjono
16 October 2019
in Berita
0
108
VIEWS
Share on Facebook

Asrinesia.com – Propan Raya berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dan Badan Kreatif (Bekraf) Kota Denpasar menyelenggarakan acara Indonesia Architecture Creative Forum (IACF) 2019. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) yang diselenggarakan oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

IACF 2019 merupakan IACF kedua yang diselenggarakan oleh Propan Raya. Tahun lalu, acara serupa berlangsung di DIY Yogyakarta. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diselenggarakan di hotel, pada tahun ini acara berlangsung di Rumah Sanur Creative Hub. Dipilihnya Rumah Sanur Creative Hub tak terlepas dari peran penting dari tempat ini yang menjadi salah satu pusat aktivitas kreatif masyarakat Kota Denpasar.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Triawan Munaf; Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M.; Deputi Infrastruktur Bekraf, Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, M.H.; Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si.; Ketua IAI Provinsi Bali, I Kadek Pranajaya, ST., MT., IAI., AA; Presiden Direktur PT Propan Raya, Hendra Adidarma, CEO PT Propan Raya, Kris Rianto Adidarma, para pejabat tinggi, arsitek, dan pebisnis.

Mengusung tema “Collaborative Innovation: The Role of Architecture in the Development of Creative Industry and Tourism in Indonesia”, acara ini diharapkan dapat membuka wawasan bagi banyak pihak, mengenai peran penting ekosistem inovasi industri kreatif dan arsitektur sebagai infrastruktur untuk membangun kota kreatif di Indonesia.

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengungkapkan sebuah kehormatan bagi Denpasar ditunjuk menjadi tempat penyelenggaraan IACF 2019. “Sebelum istilah ekonomi kreatif populer seperti sekarang ini, industri kreatif telah menjadi tulang punggung ekonomi Bali sejak lama. Walau pun begitu, bukan berarti kami berleha-leha. Melalui ajang ini, kami yakin akan dapat menambah amunisi untuk memajukan industri kreatif yang telah ada,” ucapnya.

Ketua panitia IACF 2019 Yuwono Imanto yang menjabat Direktur PT Propan Raya sekaligus Dewan Pengarah Indonesia Creative Cities Network menjelaskan bahwa dipilihnya tema ini karena ingin mewujudkan industri kreatif menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. “Hal ini sesuai dengan yang dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo, yakni mendorong ekonomi kreatif menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia,” ucapnya.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Triawan Munaf, menjelaskan bahwa kunci sukses bagi kemajuan industri kreatif di Indonesia adalah sumber daya dan potensi keunggulan lokal yang ada pada daerah masing-masing. “Sumber daya yang dimaksud bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas sumber daya manusia dan potensi budaya lokal daerah tersebut (local genius),” ucapnya.

Berbicara kreativitas dan budaya lokal, Indonesia mempunyai banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan untuk memajukan industri kreatif. Kekayaan budaya, adat istiadat, arsitektur, bahasa, maupun keindahan alam yang dimiliki Indonesia bisa dikatakan luar biasa. Apabila potensi ini dikembangkan secara maksimal melalui proses yang benar, akan menghasilkan sustainable creative economy bagi kabupaten/kota di Indonesia.

Yang perlu diperhatikan, peran Kepala Daerah menjadi sangat penting dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerahnya. Oleh karena itu, diperlukan pemimpin daerah berjiwa entrepreneurial leadership (pemimpin yang memiliki jiwa kewirausahaan) yang tinggi dan mampu melihat potensi industri kreatif serta menggerakkan warganya untuk bersama-sama memajukan ekonomi kreatif di kota/kabupaten yang dipimpinnya.

“Pada tahap ini, kolaborasi pun sangat dibutuhkan di semua pihak. Biasanya, orang mengenal dengan istilah ABCG, yang merupakan kolaborasi antara Academician (universitas), Business (pihak swasta), Community (komunitas/masyarakat), dan Government (pemerintah),” ucap Yuwono. Demi memajukan kota/kabupaten kreatif di daerah, Bekraf bahkan menginisiasi program pengembangan kota kreatif yang tertulis dalam 16 sub sektor.

Keenambelas sub sektor tersebut adalah Aplikasi dan game developer;  Arsitektur ; Desain Interior;  Desain Komunikasi visual;  Desain Produk;  Fashion;  Film, Animasi dan Video;  Fotografi;  Kriya;   Kuliner;  Musik; Penerbitan, Periklanan;  Seni pertunjukan;   Seni rupa; serta Televisi dan radio.   

Yang menarik, dari 16 sub sektor ini adalah arsitektur, karena tak hanya menjadi sub sektor tetapi mampu mendukung infrastruktur fisik bagi subsektor industri kreatif lainnya melalui desain bangunan yang menarik. Desain arsitektur yang ikonik dan mengangkat budaya lokal juga dapat menjadi identitas kota/kabupaten, bahkan menjadikannya sebagai daya tarik utama pariwisata, terutama bagi daerah yang potensi sumber daya alamnya minim.

Tidak heran, jika pada acara ini juga pihak penyelenggara ingin mengobarkan semangat kepada para arsitek-arsitek di tanah air untuk mengibarkan Arsitektur Nusantara. “Peran arsitek dan karya arsitektur menjadi sangat vital untuk mendukung kemajuan industri kreatif dan pariwisata Indonesia. Arsitektur tak hanya menjadi identitas kota, tetapi mampu menjadi icon pariwisata,” ucap Ketut Arthana, arsitek profesional sekaligus narasumber.

“Pada acara IACF, kami hadirkan para narasumber terbaik tanah air yang mewakili unsur ABCG. Kami yakin, dengan adanya kolaborasi dan inovasi di antara kita semua, maka akan terjalin sebuah kekuatan hebat sebagai senjata dalam membangun kota kreatif dan pariwisata Indonesua,” ucap Yuwono Imanto.

Selain acara diskusi, pada event kali ini juga diluncurkan buku Collaborative Innovation, serta penandatanganan kerjasama (MOU) antara Pemkot Denpasar dan ICCN terkait ‘Road to ICCF 2020’ yang akan diselenggarakan di Denpasar. CEO PT Propan Raya Kris Rianto Adidarma, mengungkapkan bahwa dilaksanakannya acara ini sebagai bukti dan komitmen perusahaan yang mendukung kegiatan sosial, budaya, dan lingkungan.

“Kami siap mendukung kegiatan yang memajukan perekonomian Indonesia, baik melalui rangkaian produk cat kami ataupun melalui kegiatannya. Dengan diselenggarakannya acara ini, kita berharap industri kreatif di kota-kota kreatif dan pariwisata Indonesia akan semakin maju, tanpa terkecuali. Begitu juga dengan Arsitektur Nusantara agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tutup Kris Rianto Adidarma.

Narasumber yang mengisi Indonesia Architecture Creative Forum (IACF) 2019 terbilang sangat luar biasa. Mereka adalah para profesional yang ahli di bidangnya, seperti Dr. Hari Sungkari; Deputi Bidang Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia; Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., Walikota Denpasar; Ir. H. Mujiono, M.Si., Sekda Pemkab Banyuwangi; Ir. A Koswara, M.P., Kepala Dinas Bina Marga Pemprov Jawa Barat; Ir. Yuwono Imanto MM. MBA., Ketua panitia IACF 2018, Direktur PT Propan Raya sekaligus Dewan Pengarah Indonesia Creative Ciries Network (ICCN); Kris Rianto Adidarma, M. Sc., PT CEO Propan Raya; Fiki Satari, S.E., M.M., Ketua ICCN; Ketut Arthana, Arsitek professional dan Anas Hidayat (Arsitek, penulis buku, dosen, dan editor Buku Collaborative Innovation).

Share43Tweet27Share8Pin10SendShareShareShare1ShareShare
Didan Sardjono

Didan Sardjono

Tulisan Lainnya

Tiffani Performance Fabrics Luncurkan SRT Ultimate di ARCH-ID 2026
Berita

Tiffani Performance Fabrics Luncurkan SRT Ultimate di ARCH-ID 2026

26 April 2026
Mowilex dan Atelier Riri Tampilkan Instalasi Arsitektur Interaktif di ARCH:ID 2026
Berita

Mowilex dan Atelier Riri Tampilkan Instalasi Arsitektur Interaktif di ARCH:ID 2026

24 April 2026
Enviro Craft Kembali Hadir di ARCH:ID 2026
Berita

Enviro Craft Kembali Hadir di ARCH:ID 2026

24 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Hunian Modern Masa Kini

8 March 2022
Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

2 February 2018

Nuansa Lokal Dalam Desain Hunian

16 February 2022

Harmoni Antar Ruang

13 February 2022
Inovasi Terbaru dari King Koil

King Koil Luncurkan Matras Berteknologi Tinggi

5
Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

4
PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

4
ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

4
Tiffani Performance Fabrics Luncurkan SRT Ultimate di ARCH-ID 2026

Tiffani Performance Fabrics Luncurkan SRT Ultimate di ARCH-ID 2026

26 April 2026
Mowilex dan Atelier Riri Tampilkan Instalasi Arsitektur Interaktif di ARCH:ID 2026

Mowilex dan Atelier Riri Tampilkan Instalasi Arsitektur Interaktif di ARCH:ID 2026

24 April 2026
Enviro Craft Kembali Hadir di ARCH:ID 2026

Enviro Craft Kembali Hadir di ARCH:ID 2026

24 April 2026
Laba melejit hingga 216,70% Di 2025, Dada bagikan Deviden Rp2 Miliar

Laba melejit hingga 216,70% Di 2025, Dada bagikan Deviden Rp2 Miliar

24 April 2026

Berita Terbaru

Kolaborasi KANA Furniture x Rina Renville Adakan Kolaborasi

Kolaborasi KANA Furniture x Rina Renville Adakan Kolaborasi

7 March 2026
ICAD, “EARTH SOCIETY”

ICAD, “EARTH SOCIETY”

29 December 2025
Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

12 December 2025
Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

19 November 2025
Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

17 November 2025
Jawaban dari Sebuah Dilema: Flow House, Clean and Elegant Modern House

Jawaban dari Sebuah Dilema: Flow House, Clean and Elegant Modern House

6 November 2025

Stay Connected

  • 56.2k Followers
Facebook Twitter Instagram Youtube LinkedIn Pinterest
asrinesia

ISSN : 9772599245001

Majalah Asrinesia adalah majalah inspiratif, inovatif dan kreatif yang membahas arsitektur, interior, taman, seni, budaya, lingkungan, dan pariwisata

Kategori

  • Advertorial
  • Arsitektur
  • Berita
  • Interior
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Seni & Budaya
  • Sketsa
  • Taman
  • Umum

Beli Majalah Asrinesia

  • Beli di Tokopedia
ARCH:ID 2026

©2025 Asrinesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine

©2025 Asrinesia