Asrinesia.com – Mengelola sampah tidak harus dimulai dari langkah besar. Perubahan justru dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah, salah satunya dengan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Rumah menjadi tempat berbagai kebiasaan sehari-hari terbentuk. Ketika proses pemilahan dibuat mudah dan praktis, kebiasaan tersebut akan lebih mudah menjadi bagian dari rutinitas keluarga.
“Rumah adalah tempat banyak kebiasaan sehari-hari dimulai, termasuk cara kita mengelola sampah. Kami melihat bahwa melalui hal-hal sederhana dan kecil, seperti menempatkan wadah pemilahan lebih dekat dengan sumber sampah, dapat membantu menjadikan kebiasaan ini lebih mudah dilakukan setiap hari. Prinsip yang sama juga kami terapkan dalam operasional IKEA,” ujar Ahmad Alhamid, Sustainability Business Partner IKEA Indonesia.
Baca juga : Air Purifier LG PuriCare™ Tawarkan Pembersihan Udara Kuat Dalam Bodi Ringkas
Pemilahan dapat dimulai dengan mengenali jenis sampah yang dihasilkan. Sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran dapat dipisahkan dari sampah anorganik berupa kertas, kardus, plastik, logam, dan kaca. Sementara itu, sampah residu yang sulit dimanfaatkan kembali dapat ditempatkan secara terpisah.
Lokasi tempat pemilahan juga berpengaruh. Menempatkannya dekat dapur, ruang makan, atau area lain yang menjadi sumber sampah membuat proses pemilahan lebih praktis. Dengan demikian, memilah sampah tidak terasa sebagai pekerjaan tambahan.
Kebiasaan tersebut juga diterapkan dalam operasional IKEA Indonesia. Sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya agar dapat dikelola melalui metode yang sesuai. Kertas dan kardus didaur ulang, sedangkan plastik, logam, dan kaca disalurkan kepada mitra pengelola untuk diproses kembali. Sampah organik restoran diolah melalui biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF), sementara sampah residu dikelola melalui teknologi seperti Refuse-Derived Fuel (RDF).
Baca juga : SHARP AIREST, AC Split Pertama di Dunia untuk Udara Rumah yang Lebih Sehat
Mengurangi sampah juga dapat dilakukan dengan memperpanjang usia pakai barang melalui perbaikan, penggunaan kembali, dan pemanfaatan komponen yang masih layak.
Pada akhirnya, perubahan besar dapat dimulai dari rumah. Dengan memilah, menggunakan kembali, dan mengelola sampah secara bijak, keluarga turut membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.






















