• Privacy Policy
  • Tentang Asrinesia
  • Hubungi Kami
Thursday, 8 October 2026
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
No Result
View All Result
asrinesia
No Result
View All Result
Home Arsitektur
Jakarta Design Collabs 2026: Ketika Desain Mengajak Pengunjung Mengalami Ruang

Jakarta Design Collabs 2026: Ketika Desain Mengajak Pengunjung Mengalami Ruang

Didan Sardjono by Didan Sardjono
16 September 2026
in Arsitektur, Berita, Interior
0
160
VIEWS
Share on Facebook

Asrinesia.com – Desain tidak selalu hadir sebagai sesuatu yang hanya dipandang. Ia bisa dirasakan melalui tekstur, cahaya, material, warna, suara, hingga cara manusia bergerak dan berinteraksi di dalam sebuah ruang. Gagasan inilah yang menjadi benang merah Jakarta Design Collabs 2026 yang digelar Jakarta Design Center (JDC) bersama Benda Design Hub.

Mengusung tema “Cloud Dancer”, Jakarta Design Collabs 2026 berlangsung pada 15 September hingga 15 Oktober 2026 di Jakarta Design Center. Tahun ini, desain diterjemahkan melalui tujuh instalasi dengan pendekatan yang berbeda-beda.

Tema “Cloud Dancer” memberikan kebebasan bagi para desainer untuk menerjemahkan sesuatu yang ringan, bergerak, dan tidak selalu terikat pada bentuk tertentu. Dari satu tema tersebut, lahir berbagai interpretasi mengenai material, ketenangan, interaksi, perjalanan pulang, hubungan arsitektur dan fashion, hingga refleksi diri.

Hal yang menarik, instalasi yang ditampilkan tidak diarahkan sebagai sekadar display produk. Setiap karya mencoba membangun suasana dan pengalaman sehingga pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan ruang yang diciptakan.

Material Menjadi Awal Cerita

Salah satu pendekatan tersebut terlihat dalam “The Materialist” karya Mira Prihatini dan Luthfi Hasan. Instalasi ini menempatkan material sebagai elemen utama dalam membangun karakter ruang.

Material tidak hanya diperlakukan sebagai lapisan atau bagian dari spesifikasi interior, tetapi menjadi titik awal munculnya sebuah gagasan. Tekstur, permukaan, detail, dan pengalaman sentuhan menjadi bagian penting dalam karya ini.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa material memiliki kemampuan untuk membangun identitas ruang. Kejujuran karakter material justru dapat menjadi sumber keindahan tanpa harus selalu ditutupi atau dibentuk secara berlebihan.

Sementara itu, “Hening Megantara” karya Agdith Tan mengambil pendekatan yang lebih personal. Instalasi ini berangkat dari gagasan mengenai meditasi dan momen ketika seseorang kembali terhubung dengan dirinya sendiri.

Ketenangan tidak diterjemahkan semata melalui ruang yang kosong, tetapi melalui perpaduan material, warna, pola, dan produk. Ruang tersebut mengajak pengunjung memperlambat aktivitas dan memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak.

Ruang sebagai Tempat Bertemu

Berbeda dengan pendekatan yang menekankan keheningan, “The Salotto” karya Shania Tahir justru mengangkat ruang sebagai tempat bertemunya manusia dan gagasan.

Salotto dalam bahasa Italia merujuk pada ruang keluarga atau ruang tamu. Konsep ini diterjemahkan menjadi ruang yang hangat dan terbuka terhadap percakapan.

Kayu, tekstil, tekstur, pantulan permukaan, serta pencahayaan lembut disusun secara berlapis untuk membangun suasana yang akrab. Furnitur di dalamnya tidak hanya menjadi objek yang dilihat, tetapi bagian dari pengalaman karena ruang tersebut dirancang untuk diduduki, disentuh, dan digunakan.

Desain dalam karya ini menunjukkan bagaimana sebuah ruang dapat berfungsi sebagai medium sosial. Ketika orang merasa nyaman berada di dalamnya, percakapan dan interaksi pun menjadi bagian dari desain itu sendiri.

Pendekatan yang lebih playful hadir dalam “NaNaNa” karya Iron Rabani. Instalasi ini mengambil cerita sederhana mengenai perjalanan pulang menuju rumah impian.

Warna, bentuk, dan suasana digunakan untuk menerjemahkan rasa pulang yang menyenangkan. “Na… Na… Na…” menjadi semacam nada yang mengiringi perjalanan menuju sebuah tempat yang terasa dekat, hangat, dan penuh kebersamaan.

Ketika Arsitektur Bertemu Fashion

Eksplorasi lintas disiplin terlihat dalam “The Third Skin” karya Ren Katili. Instalasi ini mempertemukan arsitektur dengan fashion melalui gagasan tentang lapisan antara tubuh dan lingkungan binaan.

Busana tidak ditempatkan hanya sebagai objek fashion, melainkan menjadi bagian dari ruang dalam sebuah bingkai arsitektural. Fashion, ilustrasi, dan seni lukis kemudian bertemu dalam satu komposisi.

Material dan tekstur dari berbagai disiplin menciptakan lapisan visual sekaligus pengalaman ruang. Konsep ini memperluas cara melihat hubungan antara tubuh, pakaian, arsitektur, dan lingkungan.

Sementara itu, “Renungan” karya Riri Yakub membawa pengunjung pada pengalaman yang lebih reflektif. Permainan cahaya, bayangan, arah, dan keheningan digunakan untuk membentuk perjalanan di dalam instalasi.

Pengunjung tidak langsung diarahkan pada sebuah tujuan. Satu arah membawa pada ruang yang lebih hening, sementara arah lainnya membuka kesempatan untuk bertemu dan berbagi. Dua pengalaman tersebut pada akhirnya bertemu pada gagasan mengenai perjalanan dan refleksi diri.

Desain yang Tidak Berhenti pada Visual

Keberagaman pendekatan dalam Jakarta Design Collabs 2026 memperlihatkan bahwa desain ruang dapat memiliki banyak lapisan. Material dapat menjadi bahasa, cahaya dapat membentuk emosi, furnitur dapat mendorong interaksi, sementara arsitektur dapat menjadi medium untuk bercerita.

Karena itu, pengalaman menjadi bagian penting dari karya-karya yang ditampilkan. Pengunjung tidak hanya melihat bagaimana sebuah ruang dirancang, tetapi juga diajak merasakan bagaimana ruang tersebut bekerja ketika manusia berada di dalamnya.

Jakarta Design Collabs 2026 juga akan menghadirkan berbagai program seperti podcast, talkshow, workshop, dan diskusi selama periode penyelenggaraan. Program tersebut menjadi ruang untuk membicarakan proses kreatif serta gagasan yang berada di balik setiap karya.

Melalui “Cloud Dancer”, Jakarta Design Collabs menunjukkan bahwa desain tidak harus selalu hadir dalam bentuk yang kaku dan selesai. Ia dapat bergerak, berubah, mengundang interaksi, dan membuka interpretasi baru.

Pada akhirnya, kekuatan desain bukan hanya terletak pada apa yang terlihat, tetapi juga pada apa yang dirasakan manusia ketika berada di dalamnya.

 

Tags: Benda Design HubCloud DancerHening MegantaraJakarta Design CenterJakarta Design Collabs 2026NaNaNaPameranRenunganThe MaterialistThe SalottoThe Third Skin
Share64Tweet40Share11Pin14SendShareShareShare2ShareShare
Didan Sardjono

Didan Sardjono

Tulisan Lainnya

Sharp Hadirkan Phantom dan Core Blast untuk Beragam Gaya Hiburan
Berita

Sharp Hadirkan Phantom dan Core Blast untuk Beragam Gaya Hiburan

3 October 2026
Sinar Mas Land Raih Lima Penghargaan di IREA 2026
Berita

Sinar Mas Land Raih Lima Penghargaan di IREA 2026

3 October 2026
Zendaya dan On Hadirkan Koleksi yang Lebih Kuat
Berita

Zendaya dan On Hadirkan Koleksi yang Lebih Kuat

3 October 2026
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Hunian Modern Masa Kini

8 March 2022
Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

2 February 2018

Nuansa Lokal Dalam Desain Hunian

16 February 2022

Harmoni Antar Ruang

13 February 2022
Inovasi Terbaru dari King Koil

King Koil Luncurkan Matras Berteknologi Tinggi

5
Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

4
PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

4
ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

4
Sharp Hadirkan Phantom dan Core Blast untuk Beragam Gaya Hiburan

Sharp Hadirkan Phantom dan Core Blast untuk Beragam Gaya Hiburan

3 October 2026
Sinar Mas Land Raih Lima Penghargaan di IREA 2026

Sinar Mas Land Raih Lima Penghargaan di IREA 2026

3 October 2026
Zendaya dan On Hadirkan Koleksi yang Lebih Kuat

Zendaya dan On Hadirkan Koleksi yang Lebih Kuat

3 October 2026
Tomohon Jazz Festival 2026, Festival yang Dibalut dengan Keindahan Alam Tomohon

Tomohon Jazz Festival 2026, Festival yang Dibalut dengan Keindahan Alam Tomohon

3 October 2026

Berita Terbaru

Kolaborasi KANA Furniture x Rina Renville Adakan Kolaborasi

Kolaborasi KANA Furniture x Rina Renville Adakan Kolaborasi

7 March 2026
ICAD, “EARTH SOCIETY”

ICAD, “EARTH SOCIETY”

29 December 2025
Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

12 December 2025
Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

19 November 2025
Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

17 November 2025
Jawaban dari Sebuah Dilema: Flow House, Clean and Elegant Modern House

Jawaban dari Sebuah Dilema: Flow House, Clean and Elegant Modern House

6 November 2025

Stay Connected

  • 56.2k Followers
Facebook Twitter Instagram Youtube LinkedIn Pinterest
asrinesia

ISSN : 9772599245001

Majalah Asrinesia adalah majalah inspiratif, inovatif dan kreatif yang membahas arsitektur, interior, taman, seni, budaya, lingkungan, dan pariwisata

Kategori

  • Advertorial
  • Arsitektur
  • Berita
  • Interior
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Seni & Budaya
  • Sketsa
  • Taman
  • Umum

Beli Majalah Asrinesia

  • Beli di Tokopedia
Indo Build Tech 2026

©2025 Asrinesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine

©2025 Asrinesia