• Privacy Policy
  • Tentang Asrinesia
  • Hubungi Kami
Friday, 23 October 2026
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
No Result
View All Result
asrinesia
No Result
View All Result
Home Berita
Ketika Batu Menjadi Seni di Dalam Ruang

Ketika Batu Menjadi Seni di Dalam Ruang

Didan Sardjono by Didan Sardjono
23 October 2026
in Berita
0
102
VIEWS
Share on Facebook

Asrinesia.com – Batu selama ini identik dengan material yang kokoh, berat, dan dekat dengan karakter alam. Namun, di tangan desainer, batu dapat memiliki peran yang jauh lebih luas. Ia bukan sekadar lapisan dinding atau lantai, melainkan dapat menjadi elemen artistik yang membentuk suasana, menghadirkan tekstur, sekaligus memberi karakter pada sebuah ruang.

Gagasan tersebut terasa dalam Bellaquattro Experience Center di Taman Gandaria, Jakarta Selatan. Ruang ini menghadirkan beragam material interior, termasuk sejumlah material berbasis batu yang dapat dilihat sekaligus dirasakan penerapannya secara langsung. Pengunjung tidak hanya berhadapan dengan lembaran atau sampel material, tetapi dapat melihat bagaimana tekstur, warna, bentuk, dan pola batu menyatu dengan keseluruhan desain interior.

Salah satu daya tariknya adalah bagaimana karakter batu diterjemahkan menjadi pengalaman visual. Material seperti Polyrock, Flexorock, dan Rockslab memperlihatkan bahwa permukaan batu dapat hadir dengan berbagai ekspresi. Ada yang menonjolkan tekstur alami, ada pula yang memberikan kesan lebih modern dan teratur. Perbedaan tersebut membuka kemungkinan baru dalam menggunakan batu sebagai bagian dari komposisi interior.

Dalam ruang, batu memiliki kemampuan untuk menciptakan kesan yang kuat tanpa harus menggunakan banyak ornamen. Permukaannya yang bertekstur dapat menjadi focal point, sementara warna dan pola alaminya memberikan kedalaman pada dinding maupun bidang lainnya. Karakter tersebut membuat batu dapat berfungsi seperti karya seni yang mengisi ruang melalui bentuk dan teksturnya sendiri.

Pendekatan ini semakin terasa melalui konsep desain Bellaquattro Experience Center yang dikerjakan bersama Bobos Design. Perancangan ruang menggunakan pendekatan eklektik dengan memadukan beragam warna, bentuk, tekstur, dan material. Tantangannya adalah menyatukan material yang memiliki karakter berbeda agar tetap membentuk sebuah kesatuan visual.

Inspirasi desainnya mengambil bentuk formasi batuan Antelope Canyon. Karakter goa dan dinding batu diterjemahkan ke dalam interior melalui permainan bentuk dan permukaan. Area masuk yang bernuansa gelap memberikan pengalaman seperti memasuki ruang yang tersembunyi, sebelum pengunjung menemukan berbagai eksplorasi material di bagian berikutnya.

Di sini, batu tidak ditempatkan hanya sebagai latar. Bentuk dan teksturnya menjadi bagian dari cerita ruang. Permukaan yang menyerupai pahatan alam menciptakan permainan cahaya dan bayangan, sementara perbedaan tekstur memberikan pengalaman visual yang berubah ketika dilihat dari sudut berbeda.

Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana material dapat memiliki nilai artistik ketika ditempatkan dalam konteks yang tepat. Batu yang secara alami memiliki ketidakteraturan, pola, dan tekstur justru dapat menjadi kekuatan estetika. Ketika dipadukan dengan material lain, karakter tersebut dapat menghasilkan kontras yang membuat ruang terasa lebih hidup.

Bagi arsitek dan desainer interior, pendekatan semacam ini juga memperluas cara melihat material. Batu tidak harus selalu digunakan untuk menghadirkan kesan klasik atau natural. Dengan pengolahan bentuk, pemilihan ukuran, pencahayaan, serta kombinasi material yang tepat, batu dapat tampil kontemporer, dramatis, bahkan menjadi elemen utama dalam sebuah ruang.

Bellaquattro Experience Center pada akhirnya memperlihatkan bahwa memilih material bukan hanya soal warna atau fungsi. Setiap material memiliki karakter yang dapat membentuk pengalaman ruang. Batu, khususnya, memiliki bahasa visual yang kuat karena membawa jejak alam ke dalam interior.

Ketika tekstur batu dipertemukan dengan desain, material tersebut berubah menjadi lebih dari sekadar bagian konstruksi. Ia menjadi medium untuk menciptakan suasana dan ekspresi artistik. Dari permukaan dinding hingga elemen dekoratif, batu dapat menghadirkan pengalaman yang membuat ruang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan.

Tags: #DesainAntelope CanyonBahan BangunanBatuBellaquattro Experience CenterBobos Designfocal point
Share41Tweet26Share7Pin9SendShareShareShare1ShareShare
Didan Sardjono

Didan Sardjono

Tulisan Lainnya

Midea Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Siapkan Talenta Masa Depan
Berita

Midea Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Siapkan Talenta Masa Depan

20 October 2026
Sinar Mas Land Hadirkan Crystal Loft, di Royal Tajur, Kota Bogor
Berita

Sinar Mas Land Hadirkan Crystal Loft, di Royal Tajur, Kota Bogor

19 October 2026
Masjid Apung An-Nur Jadi Destinasi Wisata Religi Baru di Ancol
Berita

Masjid Apung An-Nur Jadi Destinasi Wisata Religi Baru di Ancol

18 October 2026
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Hunian Modern Masa Kini

8 March 2022
Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

2 February 2018

Nuansa Lokal Dalam Desain Hunian

16 February 2022

Harmoni Antar Ruang

13 February 2022
Inovasi Terbaru dari King Koil

King Koil Luncurkan Matras Berteknologi Tinggi

5
Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

4
PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

4
ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

4
Ketika Batu Menjadi Seni di Dalam Ruang

Ketika Batu Menjadi Seni di Dalam Ruang

23 October 2026
‘WARI’ Art/Interior 2026: Ketika Karya Seni Menemukan Ruang untuk Hidup

‘WARI’ Art/Interior 2026: Ketika Karya Seni Menemukan Ruang untuk Hidup

23 October 2026
Midea Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Siapkan Talenta Masa Depan

Midea Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Siapkan Talenta Masa Depan

20 October 2026
Sinar Mas Land Hadirkan Crystal Loft, di Royal Tajur, Kota Bogor

Sinar Mas Land Hadirkan Crystal Loft, di Royal Tajur, Kota Bogor

19 October 2026

Berita Terbaru

‘WARI’ Art/Interior 2026: Ketika Karya Seni Menemukan Ruang untuk Hidup

‘WARI’ Art/Interior 2026: Ketika Karya Seni Menemukan Ruang untuk Hidup

23 October 2026
Kolaborasi KANA Furniture x Rina Renville Adakan Kolaborasi

Kolaborasi KANA Furniture x Rina Renville Adakan Kolaborasi

7 March 2026
ICAD, “EARTH SOCIETY”

ICAD, “EARTH SOCIETY”

29 December 2025
Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

12 December 2025
Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

19 November 2025
Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

17 November 2025

Stay Connected

  • 56.2k Followers
Facebook Twitter Instagram Youtube LinkedIn Pinterest
asrinesia

ISSN : 9772599245001

Majalah Asrinesia adalah majalah inspiratif, inovatif dan kreatif yang membahas arsitektur, interior, taman, seni, budaya, lingkungan, dan pariwisata

Kategori

  • Advertorial
  • Arsitektur
  • Berita
  • Interior
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Seni & Budaya
  • Sketsa
  • Taman
  • Umum

Beli Majalah Asrinesia

  • Beli di Tokopedia
Indo Build Tech 2026

©2025 Asrinesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine

©2025 Asrinesia