Asrinesia.com – Danau merupakan salah satu komponen penting dalam ekosistem air tawar di berbagai wilayah. Selain memiliki nilai ekologis, danau juga berperan sebagai sumber daya alam yang mendukung kehidupan manusia serta organisme lainnya.
Di kawasan Gading Serpong, terdapat Danau Cihuni, seluas ±32 hektare yang memiliki manfaat bagi lingkungan sekitar. Danau ini berada di kawasan Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, merupakan kawasan resapan air alami, penampung air hujan, pengendali banjir alami, sumber irigasi sawah, tempat mencari ikan bagi warga sekitar, sekaligus area konservasi hijau.
Seiring berkembangnya Gading Serpong sebagai kota mandiri sejak akhir 1990-an, kawasan danau yang tadinya tidak terawatt, kini berubah menjadi elemen penting dalam konsep pengembangan kota modern berbasis lingkungan.
Baca juga : Pemerintah Diminta Perhatikan Pembiayaan Hunian bagi Pekerja Informal
Revitalisasi Danau Cihuni dilakukan bukan hanya untuk mempercantik kawasan, tetapi juga untuk menjaga fungsi hidrologi kawasan. Konsep ini kemudian berkembang menjadi gaya hidup “urban balance living”, yaitu kehidupan modern yang tetap dekat dengan unsur alam.

Walaupun sekarang dikelilingi pembangunan modern, Danau Cihuni masih dianggap penting karena menjadi habitat burung dan capung, menjaga keseimbangan air tanah, memberi ruang hijau alami di tengah urbanisasi, dan menjadi “sisa lanskap lama Tangerang” yang belum sepenuhnya hilang.
Danau ini sendiri dikenal masyarakat sebagai tempat yang cukup nyaman untuk jogging atau jalan santai, menikmati sunset, fotografi landscape, dan mencari suasana tenang di tengah kawasan perkotaan Serpong.
Di danau ini kita bisa menyaksikan hijaunya pohon-pohon pinus yang tumbuh di sekitar danau. Sekeliling danau juga dihiasi hamparan rumput hijau dan ilalang sehingga terlihat sangat alami. Meskipun terletak di dekat kompleks perumahan, air danau tidak tercemar sehingga masih banyak dijumpai berbagai jenis ikan air tawar. Kondisi tersebut membuat Danau Cihuni sering dijadikan lokasi pemancingan.
Baca juga : Gelaran Metland Run for Fun Series 2026 Berhadiah Apartemen
Kawasan sekitar danau dirancang dengan jogging track, pedestrian hijau, taman, dan area rekreasi keluarga. Banyaknya pepohonan, membuat alam sekitar danau menjadi sejuk dan teduh. Sebagai danau yang memiliki fungsi sebagai area serapan dan pengendali banjir, danau ini kini bisa dinikmati keindahan dan keteduhannya oleh masyarakat.
Manfaat alam seperti Danau Cihuni tak hanya sebagai kawasan konservasi saja, namun memiliki keterkaitan penting dalam kehidupan manusia. Keberadaan ruang alami seperti ini menunjukkan jika manusia tidak bisa hidup lepas dari alam yang memiliki manfaat dari segi psikologis, lingkungan, dan fisik.
Kemudian, hal ini menjadi dasar lahirnya sebuah pendekatan desain yang menghadirkan elemen alam ke dalam ruang. Sehingga tercipta hunian dan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan selaras dengan alam.
Di sekitar danau kini berkembang kawasan premium seperti Matera Lakeside yang menawarkan konsep hunian “lakeside luxury”, yaitu rumah-rumah dengan pemandangan langsung ke danau dan ruang terbuka hijau. Kawasan ini dibuat menyerupai resort dengan suasana tenang, pepohonan rindang, serta jalur pedestrian di tepi danau.
Baca juga : Sharp Indonesia Hadirkan Speaker Terbaru
Kawasan Matera telah berkembang dan dikenal memiliki identitas kuat sebagai luxury residential di Gading Serpong. Lebih dari sekadar brand hunian mewah, Matera telah menjadi simbol luxury living di Gading Serpong. Mengusung konsep ‘luxury resort living’ dengan perpaduan kemewahan, kenyamanan, privasi, dan kedekatan dengan alam.
Kawasan ini mengutamakan privasi dan eksklusivitas. Jumlah unit yang terbatas dipadukan dengan perencanaan kawasan yang matang, memastikan setiap hunian memiliki akses visual optimal ke danau, pepohonan pinus, dan ruang terbuka hijau, menciptakan pengalaman tinggal yang lebih personal dan tenang.
Matera Lakeside hadir sebagai produk properti eksklusif, yang dipasarkan tahap pertama sebanyak 25 unit dengan harga mulai dari Rp 6,9 miliaran.

Matera Lakeside
Memasuki Matera Lakeside, kita akan disambut oleh suasana hunian khas resort yang memadukan nuansa modern dan natural melalui ruang terbuka hijau yang dirancang dengan sangat apik.
Terdapat dua jenis hunian, yakni hunian hadap danau (lake view) dan hunian hadap taman (garden view), di mana hunian garden view memiliki keunggulan backyard di sisi belakang rumah yang meningkatkan konektivitas penghuni dengan alam luar. Klaster dilengkapi jogging track yang luas dan nyaman, children playground, outdoor gym, serta akses pedestrian eksklusif menuju Matera Community Club yang berlokasi di boulevard Matera.
Baca juga : VIVACE E: Solusi Efisiensi Energi dan Hunian Modern Masa Kini
Hadir sebagai produk properti eksklusif, Matera Lakeside memiliki beberapa ukuran yakni tipe L8x16, L9x18, L10x18, serta tipe khusus L10x20, L10x22, dan L10x24, setiap bangunan memiliki tiga lantai, di mana unit ukuran L9 dan L10 memiliki fasad double frontage dengan jalan utama memiliki dua ruas masing-masing ROW 8.
Mengusung konsep luxury resort living, Matera Lakeside menghadirkan perpaduan antara kenyamanan, privasi, dan keindahan alam melalui lokasi istimewa yang menghadap langsung ke danau.
Matera Lakeside jalan dibuat lebih lega, banyak area lanskap, orientasi rumah diarahkan ke view terbaik, dan tidak semua lahan dipenuhi bangunan. Tujuannya agar penghuni tetap merasakan ketenangan, pencahayaan alami, dan hubungan visual dengan danau serta pepohonan.

Tempat hunian ini bisa dibilang adalah evolusi baru kawasan premium di Gading Serpong bukan sekadar cluster mewah, tetapi kawasan hidup berbasis danau konservasi, dengan pendekatan resort living dan urban wellness.
Tempat ini mencoba menjawab kebutuhan masyarakat modern yang ingin tetap dekat pusat kota, tetapi tidak kehilangan ketenangan alam.
Matera Lakeside sebenarnya tidak hanya menjual rumah, tetapi menjual gaya hidup. Konsep yang paling sering diasosiasikan dengan kawasan ini adalah urban balance living yaitu keseimbangan antara pekerjaan, kesehatan mental, kehidupan sosial, dan kedekatan dengan alam.
Banyak orang menyukai konsep lakeside seperti ini karena suara air dan pepohonan memberi efek relaksasi, lingkungan lebih adem, ritme hidup terasa lebih lambat, namun fasilitas kota tetap dekat.






















