Asrinesia.com – Selama lebih dari empat dekade, VIVERE Group menjadi bagian dari perkembangan industri workspace dan interior di Indonesia. Berbekal pengalaman tersebut, VIVERE Group terus mendorong kontribusi bagi industri melalui semangat giving back to the community, salah satunya dengan memperluas cara pandang terhadap peran workspace dalam mendukung manusia dan bisnis.
Selama ini, workspace masih kerap dipandang sebagai cost centre atau beban biaya perusahaan. Padahal, ruang kerja memiliki potensi lebih besar sebagai investasi strategis yang dapat memberikan nilai bagi karyawan sekaligus mendukung pencapaian bisnis. Perspektif inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar VIVERE Group menghadirkan inisiatif Designed for Life (DFL).
Baca juga : Sinar Mas Land Raih Dua Penghargaan Apresiasi EBTKE 2026
Setelah sebelumnya hadir melalui berbagai kegiatan komunitas dan konten, semangat DFL diwujudkan melalui Designed for Life (DFL) Conference 2026 yang mengusung tema “The Connected Workspace: Built on Culture. Driven by People. Powered by Technology.” Konferensi ini digelar pada Kamis, 8 Oktober 2026, di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.

DFL Conference 2026 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan business owners, users, designers, property consultants, hingga berbagai pemangku kepentingan di industri workspace. Forum tersebut menjadi wadah untuk bertukar perspektif sekaligus membahas berbagai tantangan yang masih menjadi kesenjangan dalam pengembangan ruang kerja.
“Bagi kami, ini (DFL) bukan sekadar event. Kami ingin membangun sebuah komunitas sebagai wadah yang mempertemukan berbagai perspektif dari industri dan menciptakan percakapan yang lebih luas mengenai workspace,” ujar President Director VIVERE, William Simiadi, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Menurut William, DFL diharapkan dapat mempertemukan unsur business, user, designer, property, technology, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, kesenjangan di industri dapat dibahas secara lebih menyeluruh dan tidak berjalan secara terpisah.
Baca juga : Modernland Realty Luncurkan Penyelesaian Inovatif Atas Obligasi USD 280 Juta Dengan Dukungan Pemegang
Perspektif tersebut turut diperkuat oleh Fayruzka Juanita, Design Director Studio Yruna. Menurutnya, pembahasan workspace sering kali baru dilakukan pada tahap akhir, misalnya ketika menentukan layout, estetika, luas area, atau anggaran. Padahal, perencanaan seharusnya dimulai dari business objectives, ways of working, kebutuhan pengguna, serta kebutuhan organisasi di masa depan.
Managing Director DesignPartners Indonesia (DPI), Naila Djatnika, juga menilai workspace perlu dilihat lebih dari sekadar aspek fisik. Ruang kerja seharusnya mampu mendukung produktivitas, kolaborasi, employee experience, wellbeing, hingga business performance.
Dari perspektif People & Operations, Audya Medina, Head of People & Culture IDN, menambahkan bahwa nilai sebuah workspace dapat terlihat dari aktivitas organisasi sehari-hari. Workspace yang tepat dapat membantu karyawan bekerja lebih efektif, mempermudah kolaborasi, menjaga keterhubungan dengan budaya perusahaan, serta mendukung kebutuhan operasional.
Baca juga : Sharp Indonesia Ajak Generasi Muda Jadikan Keberlanjutan sebagai Kebiasaan Sehari-hari
DFL Conference 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang, antara lain Joe Chu, Director Dealer Market Steelcase (Southeast Asia & Taiwan); Carlos Quaderi, Head of Asia Pacific Zoom; Eric Magno, Principal Aedas; serta Rochelle Lei, Sr Design PM Global Real Estate and Facilities (GREF) Amazon. Diskusi dimoderatori Allison Cui, Vice President & GM Milliken.
Konferensi ini mengangkat tiga pilar utama, yakni Workspace as an Ecosystem, Technology and Digital Integration, serta Business & Productivity. Ketiganya mengeksplorasi bagaimana workspace dapat menjadi ekosistem yang menghubungkan manusia, budaya, teknologi, dan kebutuhan bisnis.
Ke depan, VIVERE Group menargetkan DFL berkembang menjadi komunitas yang menghubungkan people, knowledge, dan practice di seluruh ekosistem industri. DFL Conference 2026 pun menjadi salah satu langkah penting dalam membangun percakapan tersebut secara berkelanjutan.






















