Asrinesia.com – Memasuki satu tahun perjalanannya, AB Collection by Anita Boentarman x Vinoti Living menunjukkan bagaimana sebuah desain furnitur dapat berkembang ketika bertemu dengan beragam karakter hunian. Koleksi ini tidak sekadar menghadirkan furnitur untuk mengisi ruang, tetapi membawa pendekatan desain interior Anita Boentarman yang memadukan bentuk organik, warna earthy, material natural, serta perhatian terhadap kenyamanan.
Perjalanan satu tahun AB Collection ditandai melalui sebuah talk show bersama Anita Boentarman di showroom Vinoti Living Furniture, Indonesia Design District (IDD) PIK 2, Tangerang, 23 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, Anita berbagi mengenai proses kreatif dan karakter desain yang menjadi dasar koleksinya, sekaligus memperkenalkan dua produk baru untuk area kitchen dan dining, yakni barstool dan kitchen stool.

Desain yang Tumbuh Bersama Ruang
Bagi Anita Boentarman, furnitur tidak harus terpaku pada satu gaya interior. Sebaliknya, sebuah produk seharusnya dapat beradaptasi dengan karakter ruang dan benda-benda yang sudah dimiliki penghuni rumah.
Pandangan tersebut terlihat pada AB Collection yang dirancang agar dapat ditempatkan dalam berbagai pendekatan interior. Warna, material, tekstur, artwork, hingga koleksi personal pemilik rumah dapat dipadukan untuk membangun suasana yang berbeda.
Karakter desainnya dapat hadir dalam ruang yang tenang dan understated, tetapi juga mampu menjadi bagian dari interior yang lebih ekspresif. Dengan demikian, furnitur tidak berdiri sendiri sebagai objek dekorasi, melainkan menjadi bagian dari komposisi ruang secara keseluruhan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan latar belakang Anita yang memiliki pengalaman lebih dari 27 tahun di bidang desain. Latar belakang arsitektur turut membentuk cara pandangnya terhadap furnitur, terutama dalam melihat hubungan antara bentuk, proporsi, fungsi, dan ruang.

Mengolah Bentuk Organik dalam Furnitur
Salah satu karakter yang paling mudah dikenali dari AB Collection adalah penggunaan bentuk organic curve. Alih-alih mengandalkan garis lurus dan sudut tajam, Anita mengeksplorasi bentuk yang lebih lembut dan mengalir.
Lekukan tersebut memberikan kesan yang lebih ringan sekaligus menghadirkan karakter natural ke dalam interior. Bentuk organik juga membuat furnitur terasa lebih menyatu dengan ruang, terutama ketika dipadukan dengan elemen interior lain yang memiliki tekstur dan bentuk serupa.
Pendekatan ini terlihat pada berbagai bagian koleksi, mulai dari furnitur untuk living room, dining room hingga bedroom. Setiap produk dirancang dengan mempertimbangkan proporsi sehingga memiliki keseimbangan antara tampilan dan fungsi.
Kenyamanan juga menjadi bagian penting dalam proses desain. Karena itu, aspek ergonomi tidak ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi menjadi bagian dari bagaimana sebuah furnitur digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Warna dan Material yang Terinspirasi Alam
Selain bentuk, warna menjadi elemen penting dalam karakter desain Anita Boentarman. AB Collection banyak menggunakan palet earthy dan nuansa yang terinspirasi alam. Pilihan tersebut memberikan fleksibilitas ketika furnitur ditempatkan dalam berbagai konsep interior.
Warna-warna natural dapat menjadi dasar bagi ruang yang minimalis dan kontemporer. Di sisi lain, warna dan tekstur tersebut juga dapat dipadukan dengan elemen dekoratif yang lebih berani untuk menghasilkan ruang yang lebih personal.
Material kayu yang selama ini menjadi salah satu karakter kuat Vinoti Living mendapatkan pendekatan yang berbeda melalui perspektif Anita. Material tersebut diolah bersama bentuk yang lebih organik, lembut, dan dekat dengan karakter alam.
Di sinilah identitas AB Collection terbentuk. Kayu tidak hanya dilihat sebagai material konstruksi atau finishing, tetapi menjadi bagian dari bahasa desain yang menghadirkan kehangatan sekaligus memperkuat hubungan antara furnitur dan ruang.

Sentuhan Craftsmanship Indonesia
Kecintaan Anita terhadap craftsmanship Indonesia juga menjadi salah satu sumber inspirasi dalam mengembangkan koleksi. Referensi dari kekayaan material, tekstur, warna, dan kerajinan lokal diterjemahkan ke dalam bahasa desain yang lebih kontemporer.
Pendekatan tersebut membuat unsur lokal tidak tampil secara literal. Sebaliknya, karakter Indonesia hadir melalui pilihan material, nuansa warna, tekstur, serta detail yang dapat menyatu dengan interior masa kini.
Dengan cara ini, AB Collection mencoba mempertemukan dua hal: kekayaan visual dan craftsmanship yang memiliki akar lokal dengan kebutuhan hunian modern yang cenderung lebih fleksibel dan personal.
Dari Living hingga Kitchen dan Dining
Selama satu tahun perjalanannya, AB Collection berkembang untuk menjangkau lebih banyak kebutuhan ruang. Koleksi ini mencakup furnitur untuk living room, dining room hingga bedroom, sehingga karakter desainnya dapat diterapkan secara lebih menyeluruh dalam sebuah hunian.
Babak terbaru hadir melalui barstool dan kitchen stool yang diperkenalkan dalam rangkaian Indonesia Design Week 2026. Kehadiran kedua produk tersebut memperluas penerapan desain Anita ke area kitchen dan dining.
Meski memiliki fungsi yang berbeda dengan furnitur ruang keluarga atau kamar tidur, keduanya tetap membawa prinsip desain yang sama, yakni perhatian terhadap proporsi, fungsi, bentuk, dan kenyamanan.
Barstool dan kitchen stool juga menunjukkan bagaimana bahasa desain sebuah koleksi dapat diterapkan pada kebutuhan ruang yang lebih spesifik. Bentuk organik dan pendekatan ergonomis membuat furnitur tidak hanya menjadi tempat duduk, tetapi juga bagian dari komposisi area kitchen dan dining.
Furnitur yang Mengikuti Karakter Penghuni
Salah satu hal menarik dari AB Collection adalah fleksibilitasnya dalam mengikuti karakter pemilik rumah. Beberapa produk bahkan dapat dibuat dalam ukuran custom sehingga lebih mudah menyesuaikan kebutuhan ruang.
Fleksibilitas tersebut menjadi semakin relevan ketika hunian saat ini tidak lagi selalu memiliki pembagian fungsi yang kaku. Ruang makan dapat menjadi area berkumpul, kitchen island dapat digunakan untuk bekerja, sementara living room dapat berubah menjadi ruang untuk berbagai aktivitas keluarga.
Karena itu, furnitur perlu memiliki kemampuan untuk mengikuti perubahan tersebut. Desain yang terlalu terikat pada satu gaya atau fungsi dapat membatasi penggunaannya. Sebaliknya, desain yang memiliki karakter tetapi tetap fleksibel memungkinkan penghuni memberikan interpretasi mereka sendiri.
AB Collection menempatkan prinsip tersebut sebagai bagian dari perjalanan desainnya. Anita tidak berusaha menciptakan ruang yang seragam, melainkan furnitur yang dapat menjadi bagian dari berbagai cerita hunian.
Setelah satu tahun, AB Collection memperlihatkan bahwa perjalanan sebuah desain tidak berhenti ketika produk selesai dibuat. Desain justru menemukan bentuk akhirnya ketika ditempatkan di rumah, digunakan, dipadukan dengan furnitur lain, dan diberi sentuhan personal oleh penghuninya.
Melalui bentuk organik, warna earthy, material natural, perhatian pada ergonomi, serta eksplorasi craftsmanship Indonesia, desain Anita Boentarman menawarkan pendekatan interior yang kontemporer namun tetap memiliki kedekatan dengan karakter alam dan budaya lokal.
Kehadiran barstool dan kitchen stool menjadi kelanjutan dari eksplorasi tersebut. Bukan sekadar menambah jumlah produk, keduanya memperluas bagaimana bahasa desain Anita dapat diterapkan dari ruang keluarga hingga area kitchen dan dining, sekaligus menunjukkan bahwa furnitur dapat memiliki karakter kuat tanpa mengambil alih identitas sebuah hunian.






















