Asrinesia.com – Pengembang properti, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia berhasil membuktikan komitmennya dengan menyelesaikan pengambilalihan dan pembangunan proyek apartemen Antasari Place (sebelumnya 45 Antasari) yang sempat mangkrak dan kini telah hampir seratus persen diserahkan kepada konsumen.
Dengan adanya Antasari Place, kawasan koridor bisnis TB Simatupang Jakarta Selatan makin berwarna, apalagi Antasari Place ini mengusung konsep integrated living, yang menggabungkan apartemen, hotel serta mal di dalam satu kawasan.
Proyek Antasari Place sejak tahun 2020 dan berhasil mencetak rekor penjualan dari 950 unit yang ditawarkan, kini telah terjual sekitar 70-80 persen.
Menurut Presiden Direktur-CEO Paradise Indonesia Anthony Prabowo Susilo, sejak proyek ini diambil alih dengan manajemen baru di bawah PT Prospek Duta Sukses (PDS), Paradise Indonesia sebagai entitas induk telah menjalankan 100 persen seluruh ketentuan pada perjanjian homologasi.
“Bisa dikatakan kami satu-satunya pengembang yang sukses dengan penyelesaian proyek dari hasil akuisisi dan menjalankan seluruh amanat homologasi hingga proyek ini berhasil diserahterimakan sejak akhir tahun lalu,” ujarnya kepada media pada 17 September 2025.
Baca juga : Pacific Paint X Slank: Kolaborasi Legendaris Ciptakan Harmonisasi Warna
Anthony menuturkan, keberhasilan yang dicapai Antasari Place saat ini bukanlah hal mudah, mengingat perjalanan panjang akuisisi dan penyelamatan proyek. Seperti diketahui, proyek tersebut sempat mangkrak hingga akhirnya diakuisisi oleh perseroan, dimana akuisisi dilakukan saat pandemi berlangsung.
Menurutnya, ini bisa jadi merupakan salah satu kisah sukses pengambilalihan proyek dengan proses homologasi yang diselesaikan seratus persen di Indonesia. Dirinya membeberkan bahwa yang menjadi kunci keberhasilannya adalah menekankan transparansi dan komitmen.
“Saya selalu terbuka, tidak menutupi apa-apa. Sampai hari ini, happy to report kami telah menggenapi bisa dikatakan 100 persen apa yang sudah kami commit di homologasi. Jadi kami bukan hanya memberikan janji, tapi berbagai janji itu sudah terwujud,” tutur Anthony.
Dia menambahkan, bahwa Antasari Place pada tahun ini telah memecahkan rekor dari sisi penjualan. Dari 980 unit yang ditawarkan, saat ini hanya tersisa 105 unit. Dari 980 unit, 175 unit dijadikan service residence, ada yang jadi Citadine hotel.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Prospek Duta Sukses, A.H. Bimo Suryono, mengakui bahwa dunia properti tidak bisa hanya dengan berjanji. Dirinya mengisahkan, bahwa kondisi pasar properti saat proyek ini pertama kali diluncurkan sebetulnya dalam kondisi on fire. Namun, karena sesuatu hal, target malah tidak terpenuhi dan konsumen kecewa.
Baca juga : Vinoti Living Berkolaborasi Dengan Desainer Anita Boentarman
“Saat itu kami masuk dengan menawarkan satu proposal yang akhirnya diterima oleh mayoritas konsumen sesuai putusan homologasi. Fakta bahwa proyek ini selesai adalah sesuatu yang luar biasa. Padahal sebelumnya, banyak dipertanyakan orang. Sekarang di bawah INPP sudah dibuktikan proyek ini selesai,” tambah Bimo.
“Di satu sisi ada yang melihat proyek ini dikembangkan PDS hingga kerap dianggap masih proyek yang lama. Kami sengaja tidak mengubah entitas PT PDS karena akan mengurus perizinan baru dan akan menjadi lebih lama, jadi nama tetap tapi manajemennya berbeda sama sekali dan di bawah INPP yang menghadirkan bukti karena proyeknya sudah terwujud,” ujr Bimo.
Sekarang ada banyak keuntungan bila membeli unit di Antasari Place. Selain berbagai program promo yang ditawarkan, unit yang sudah jadi juga bisa dibeli dengan mendapatkan insentif pembebasan PPN dari pemerintah dan insentif ini yang salah satu membuat penjualan unit Antasari Place meningkat. Record penjualan terbanyak juga bisa dibukukan pada tahun ini.
Dari total 980 unit, sebanyak 205 unit difungsikan sebagai Hotel Citadines Antasari dan service apartment sehingga menyisakan unit yang belum terjual sekitar 105 unit. Untuk Hotel Citadines Antasari menjadi portofolio Paradise Indonesia yang ke-26 yang akan memperbesar porsi pendapatan berulang (recurring income) perusahaan yang saat ini mencapai 80 persen.
Hotel Citadines Antasari mengusung konsep modern untuk pengalaman menginap yang fleksibel dan ditunjang dengan kemudahan aksesibilitas di kawasannya. Hotel ini menyediakan kamar tipe deluxe hingga suite yang terintegrasi dengan lifestyle hub. Hadirnya hotel ini karena pasarnya yang sangat terbuka khususnya dari aktivitas bisnis yang berada di koridor TB Simatupang.
Baca juga : Instalasi Seni UNFOLD: The Soul of Craft Dari 10 Desainer
Residence Manager Citadines Antasari, Ari Suciana menjelaskan, untuk tamu jangka panjang ada unit service apartment yang unitnya menyediakan pantry dan ruang tamu terpisah. Dengan begitu konsep hotel dan service residence akan saling melengkapi untuk tamu harian maupun jangka panjang dengan target pebisnis maupun keluarga.
“Hotel cocok untuk pebisnis sementara service residence akan memberikan kenyamanan seperti rumah tapi dengan layanan hotel. Fasilitas pun lengkap mulai infinity pool, residence lounge, fitness center, mini theatre, jogging track, BBQ garden, hingga area bermain anak,” tuturnya.
Desain arsitektural
Tidak banyak perubahan yang dilakukan INPP pada proyek ini dari developer sebelumnya. Hampir 80% desain arsitektural tetap dipertahankan, agar tidak memengaruhi IMB. Pada proyek ini cukup banyak dilakukan perubahan pada interior ruangan, bahkan untuk lansekap dilakukan upgrade. Namun, karena terkendala kontur lahan yang luar biasa, hanya dilakukan perubahan sebesar 50 persen.
INPP dikenal selalu mengedepankan desain ikonik pada proyek-proyeknya. Menurut Anthony, Ikonik tidak selalu terkait dengan desain arsitektural semata, namun juga berkaitan dengan banyak hal, termasuk proses perjalanannya. Hal ini tentunya sesuai dengan visi misi dari Paradise Indonesia, dimana selalu menghadirkan karya yang Ikonik dalam setiap proyeknya.






















