• Privacy Policy
  • Tentang Asrinesia
  • Hubungi Kami
Sunday, 16 August 2026
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
asrinesia
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine
No Result
View All Result
asrinesia
No Result
View All Result
Home Berita
Ketika Bangunan Mulai “Berpikir”: Teknologi Cerdas untuk Mewujudkan Gedung yang Efisien, Tangguh, dan Berkelanjutan

Ketika Bangunan Mulai “Berpikir”: Teknologi Cerdas untuk Mewujudkan Gedung yang Efisien, Tangguh, dan Berkelanjutan

Didan Sardjono by Didan Sardjono
16 August 2026
in Berita
0
100
VIEWS
Share on Facebook

Asrinesia.com – Bayangkan sebuah gedung yang tidak sekadar berdiri kokoh, tetapi mampu mengetahui kapan energi sedang terbuang, mendeteksi potensi gangguan sebelum menjadi masalah, menyesuaikan sistem pendingin dengan kebutuhan penghuni, bahkan membantu pengelola mengambil keputusan secara lebih cepat. Inilah gambaran bangunan cerdas yang mulai menjadi kebutuhan, bukan lagi sekadar konsep masa depan.

Gedung tidak cukup hanya aman dan nyaman. Ia harus mampu menggunakan energi secara lebih bijak, tangguh menghadapi gangguan, mengurangi dampak lingkungan, sekaligus menciptakan ruang yang sehat bagi manusia.

Schneider Electric melihat transformasi ini melalui empat pilar utama: Hyper-Efficient, Resilient, Sustainable, dan People-centric. Keempatnya menunjukkan bahwa kecerdasan sebuah bangunan tidak ditentukan oleh banyaknya teknologi yang dipasang, melainkan oleh seberapa baik teknologi tersebut bekerja untuk meningkatkan kinerja gedung dan kehidupan penghuninya.

Ketika Data Menjadi “Harta Karun” yang Belum Dimanfaatkan

Industri bangunan sebenarnya sudah menghasilkan data dalam jumlah besar. Namun, sekitar 95,5 persen data yang telah dikumpulkan dalam industri konstruksi dan engineering disebut belum dimanfaatkan secara optimal. Di sinilah tantangan sekaligus peluang terbesar transformasi digital berada.

Padahal, keputusan yang dibuat sejak tahap desain dapat menentukan efisiensi bangunan selama bertahun-tahun. Sekitar 40 persen inefisiensi operasional bahkan dapat terbentuk sejak fase desain. Artinya, efisiensi tidak seharusnya baru dipikirkan setelah gedung beroperasi. Teknologi digital perlu hadir sejak awal untuk membantu melihat bagaimana sebuah bangunan akan bekerja dalam jangka panjang.

Urgensinya semakin jelas ketika melihat kontribusi sektor bangunan terhadap lingkungan. Hampir 40 persen emisi karbon global berkaitan dengan bangunan, sementara sekitar 30 persen energi di dalam gedung disebut terbuang. Pemborosan dapat terjadi karena sistem pendingin bekerja melebihi kebutuhan, pencahayaan menyala saat ruang kosong, atau pengelola tidak memiliki informasi yang cukup untuk menemukan sumber inefisiensi.

Namun, efisiensi tidak boleh berhenti pada angka penghematan energi. Hampir 90 persen waktu manusia dihabiskan di dalam ruangan. Karena itu, gedung yang baik harus tetap nyaman, aman, sehat, dan mendukung produktivitas penghuninya. Teknologi seharusnya membuat bangunan bekerja lebih baik bagi manusia, bukan sebaliknya.

Dari Gedung yang Diam Menjadi Gedung yang Mampu Membaca Kondisinya

Arah menuju bangunan cerdas juga semakin kuat dengan hadirnya regulasi. Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2023 mendefinisikan Bangunan Gedung Cerdas sebagai Bangunan Gedung Hijau yang dilengkapi sistem manajemen gedung pintar yang terintegrasi dan otomatis. Konsep ini mencakup otomasi, konektivitas, manajemen energi terpadu, keamanan siber, analitik data, machine learning, hingga pemantauan berkelanjutan.

Artinya, gedung masa depan bukan sekadar memiliki perangkat pintar. Tantangan sebenarnya adalah membuat berbagai sistem di dalamnya dapat saling terhubung dan “berbicara”—mulai dari kelistrikan, pencahayaan, HVAC, air, limbah, transportasi, hingga parkir.

Di sinilah pendekatan Schneider Electric menjadi relevan. Melalui EcoStruxure Building Operation, berbagai sistem bangunan dapat dipantau dan dikendalikan melalui platform terintegrasi. HVAC, kelistrikan, pencahayaan, keamanan, dan energi dapat dipantau secara real-time sehingga pengelola memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi gedung.

Perubahan yang dihasilkan bukan sekadar membuat pengelolaan lebih modern. Data yang sebelumnya hanya menjadi angka dalam laporan dapat digunakan untuk membaca pola konsumsi, menemukan pemborosan, dan mendeteksi indikasi gangguan lebih dini.

Untuk pengelolaan energi, EcoStruxure Power Monitoring Expert memberikan visibilitas terhadap konsumsi energi dan kualitas daya secara real-time. Sementara pada sektor perhotelan, Guest Rooms Management System (GRMS) mengintegrasikan pencahayaan, HVAC, tirai, dan perangkat kamar lainnya sehingga kenyamanan tamu dapat berjalan beriringan dengan efisiensi energi. Dengan pendekatan tersebut, gedung tidak lagi menggunakan energi sekadar karena sistem sedang bekerja. Energi digunakan karena memang dibutuhkan.

Kecerdasan Digital Harus Berdiri di Atas Fondasi Listrik yang Andal

Schneider Electric tidak hanya menawarkan solusi pada lapisan perangkat lunak. Smart Panel mengintegrasikan distribusi daya, proteksi, kontrol, pemantauan, dan pengukuran energi dalam ekosistem yang terhubung. Di dalamnya terdapat solusi seperti MasterPacT MTZ Active untuk perlindungan sekaligus pemantauan energi, TeSys Tera untuk proteksi, monitoring dan kontrol motor, serta EasyLogic APF untuk membantu menjaga kualitas daya.

Untuk distribusi listrik, Busduct atau Busbar Trunking System menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas. Sementara UPS menjadi bagian penting bagi fasilitas yang membutuhkan kontinuitas pasokan listrik. Pada fasilitas kesehatan, Insulation Transformer dan OT Panel mendukung keselamatan serta kontinuitas listrik di ruang kritis seperti ruang operasi, ICU, NICU, dan PICU.

Di sisi HVAC, Altivar HVAC ATH600 membantu mengatur kecepatan motor sesuai kebutuhan beban secara real-time. Sistem tidak perlu terus bekerja pada kapasitas maksimal ketika kebutuhan sebenarnya lebih rendah. Inilah esensi efisiensi: bukan sekadar mematikan sistem, tetapi membuatnya bekerja sesuai kebutuhan.

Salah satu contohnya terlihat pada SMC RS Telogorejo. Rumah sakit tersebut mengimplementasikan Building Management System untuk mengintegrasikan pemantauan utilitas kritis, termasuk HVAC, sistem kelistrikan, dan UPS melalui command center terpusat menggunakan EcoStruxure Building Operation. Hasilnya, pengeluaran listrik turun 5 persen pada 2025 sekaligus membalikkan tren kenaikan biaya sebesar 9 persen per tahun. Waktu respons teknis terhadap anomali juga menjadi 60 persen lebih cepat berkat peringatan otomatis.

Lebih dari itu, rumah sakit mencapai 100 persen kepatuhan terhadap standar suhu dan kelembapan di ruang operasi. Sistem tersebut juga dirancang mendukung target efisiensi konsumsi listrik bulanan sebesar 10–15 persen melalui pengelolaan daya yang lebih terukur.

Bangunan Cerdas Harus Tetap Berpihak kepada Manusia

Pada akhirnya, bangunan paling canggih belum tentu menjadi bangunan paling cerdas. Gedung yang dipenuhi sensor dan layar digital tetapi boros energi, rentan terhadap gangguan, atau tidak nyaman bagi penghuninya belum dapat dikatakan berhasil.

Karena itu, empat pilar Schneider Electric menjadi penting. Hyper-Efficient memastikan bangunan bekerja dengan kinerja optimal. Resilient membuatnya mampu menghadapi gangguan dan pulih dengan cepat. Sustainable mendorong penggunaan sumber daya secara bijak serta pengelolaan aset dan biaya secara bertanggung jawab. Sementara People-centric memastikan seluruh teknologi kembali pada kebutuhan manusia: menciptakan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan produktif.

Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa perjalanan menuju bangunan cerdas tidak harus selalu dimulai dari membangun gedung baru. Bangunan yang telah berdiri pun dapat ditingkatkan melalui evaluasi dan pemanfaatan data. EcoConsult Walkthrough Assessment, misalnya, dapat membantu mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi, keandalan, dan keselamatan, sementara EcoConsult Energy Efficiency membantu mengevaluasi pola konsumsi energi dan menemukan peluang penghematan.

Pada akhirnya, masa depan bangunan bukan tentang seberapa banyak teknologi yang dapat kita pasang. Masa depan ditentukan oleh kemampuan kita menggunakan teknologi secara tepat.

Bangunan Indonesia memiliki peluang untuk bergerak dari sekadar pengguna energi menjadi pengelola energi; dari pemeliharaan reaktif menjadi lebih proaktif; dan dari sistem yang bekerja sendiri-sendiri menjadi ekosistem yang saling terhubung.

Seperti disampaikan Reza Syarif, Business Vice President for Buildings, Schneider Electric Indonesia, efisiensi energi bukan sekadar mengurangi konsumsi listrik. Energi harus digunakan secara tepat tanpa mengorbankan keandalan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna. Pesan tersebut menjadi penting karena masa depan bangunan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa banyak energi yang dapat dihemat.

Masa depan ditentukan oleh bagaimana kita menggunakan setiap kilowatt energi secara lebih cerdas, setiap data secara lebih bermakna, dan setiap teknologi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Pada akhirnya, bangunan yang paling cerdas bukanlah yang paling banyak teknologinya. Melainkan bangunan yang tahu kapan harus bekerja, kapan harus berhemat, kapan harus memberi peringatan, dan kapan harus melindungi manusia di dalamnya.

 

 

 

 

Tags: Bangunan cerdasEcoStruxure Building OperationelektronikHyper-EfficientPeople-centricResilientSchneider Electricsustainable
Share40Tweet25Share7Pin9SendShareShareShare1ShareShare
Didan Sardjono

Didan Sardjono

Tulisan Lainnya

ViroFab, Ketika Prefabrikasi Bertemu Kemewahan dan Alam
Berita

ViroFab, Ketika Prefabrikasi Bertemu Kemewahan dan Alam

16 August 2026
Sinar Mas Land Hadirkan Klaster Livia di Ladoria Grand Wisata Bekasi
Berita

Sinar Mas Land Hadirkan Klaster Livia di Ladoria Grand Wisata Bekasi

13 August 2026
Pintu Baja Fortress Ukir Dua Prestasi Gemilang di Ajang Penghargaan Bergengsi
Berita

Pintu Baja Fortress Ukir Dua Prestasi Gemilang di Ajang Penghargaan Bergengsi

12 August 2026
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Hunian Modern Masa Kini

8 March 2022
Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

Tirta Empul, Tempat Mensucikan Diri

2 February 2018

Nuansa Lokal Dalam Desain Hunian

16 February 2022

Harmoni Antar Ruang

13 February 2022
Inovasi Terbaru dari King Koil

King Koil Luncurkan Matras Berteknologi Tinggi

5
Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

Fortress Inovasi Pintu Baja Berdurabilitas Tinggi

4
PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

PT Summarecon Agung Tbk Kenalkan Kawasan Summarecon Tangerang

4
ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

ICAD by the Bay 2024, Pamerkan karya Seni yang Terkurasi

4
Ketika Bangunan Mulai “Berpikir”: Teknologi Cerdas untuk Mewujudkan Gedung yang Efisien, Tangguh, dan Berkelanjutan

Ketika Bangunan Mulai “Berpikir”: Teknologi Cerdas untuk Mewujudkan Gedung yang Efisien, Tangguh, dan Berkelanjutan

16 August 2026
ViroFab, Ketika Prefabrikasi Bertemu Kemewahan dan Alam

ViroFab, Ketika Prefabrikasi Bertemu Kemewahan dan Alam

16 August 2026
Sinar Mas Land Hadirkan Klaster Livia di Ladoria Grand Wisata Bekasi

Sinar Mas Land Hadirkan Klaster Livia di Ladoria Grand Wisata Bekasi

13 August 2026
Pintu Baja Fortress Ukir Dua Prestasi Gemilang di Ajang Penghargaan Bergengsi

Pintu Baja Fortress Ukir Dua Prestasi Gemilang di Ajang Penghargaan Bergengsi

12 August 2026

Berita Terbaru

Kolaborasi KANA Furniture x Rina Renville Adakan Kolaborasi

Kolaborasi KANA Furniture x Rina Renville Adakan Kolaborasi

7 March 2026
ICAD, “EARTH SOCIETY”

ICAD, “EARTH SOCIETY”

29 December 2025
Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

Zen Austerity: Ketenangan dalam Kompleksitas Rumah & Manusia Modern

12 December 2025
Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

Taman Tropis Bernuansa Alam Khas Ubud

19 November 2025
Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

Merayakan Alam Lewat Arsitektur Modern Natural

17 November 2025
Jawaban dari Sebuah Dilema: Flow House, Clean and Elegant Modern House

Jawaban dari Sebuah Dilema: Flow House, Clean and Elegant Modern House

6 November 2025

Stay Connected

  • 56.2k Followers
Facebook Twitter Instagram Youtube LinkedIn Pinterest
asrinesia

ISSN : 9772599245001

Majalah Asrinesia adalah majalah inspiratif, inovatif dan kreatif yang membahas arsitektur, interior, taman, seni, budaya, lingkungan, dan pariwisata

Kategori

  • Advertorial
  • Arsitektur
  • Berita
  • Interior
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Seni & Budaya
  • Sketsa
  • Taman
  • Umum

Beli Majalah Asrinesia

  • Beli di Tokopedia
ARCH:ID 2026

©2025 Asrinesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Pariwisata
  • Profil
  • Event
  • E-Magazine

©2025 Asrinesia