Asrinesia.com – Pencahayaan kini tidak lagi sekadar berfungsi menerangi ruang dan jalan. Seiring perkembangan teknologi, sistem pencahayaan semakin berperan dalam menciptakan kota yang lebih aman, nyaman, efisien, sekaligus mendukung upaya pengurangan konsumsi energi dan emisi karbon.
Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Signify Innovation Day – Light the Future. Acara ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas peran inovasi pencahayaan dalam membangun kota pintar dan layak huni (smart & liveable city) serta bangunan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masa depan (future-ready building).
Signify, perusahaan yang bergerak di bidang pencahayaan, melihat transformasi teknologi pencahayaan sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Terlebih, Indonesia tengah mendorong berbagai agenda pembangunan yang lebih ramah lingkungan dan menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Baca juga : Hunian HK Realtindo Diminati di Danantara Housing Expo 2026
Director – Commercial Leader of Professional Business Signify Indonesia, Lucas Ardhana, mengatakan perkembangan teknologi membuat pencahayaan memiliki dampak yang jauh lebih luas dibandingkan fungsi penerangan konvensional.
“Kami percaya bahwa pencahayaan memiliki peran jauh lebih besar dari sekadar penerangan. Teknologi pencahayaan pintar dan berkelanjutan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi, memperkuat estetika kota, hingga meningkatkan efisiensi operasional dan energi serta membantu mengurangi emisi karbon,” ujar Lucas.
Menurutnya, pendekatan tersebut terangkum dalam konsep “Light Beyond Illumination”, yakni bagaimana pencahayaan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, pelaku bisnis, maupun lingkungan.
Mendorong Kota yang Lebih Cerdas dan Layak Huni
Salah satu agenda utama Signify Innovation Day mengangkat tema “Future of Smart & Liveable Cities: Driving Sustainability Through Innovation and Circularity”.
Forum tersebut mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan, menyoroti pentingnya strategi pembangunan berbasis data dalam menciptakan kota yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan. Selain itu, skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) turut dibahas sebagai salah satu alternatif untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.
Baca juga : LG Hadirkan Tujuh Inovasi Perangkat Rumah Tangga Berbasis AI di IFA 2026
Penerapan teknologi pencahayaan juga menjadi perhatian, khususnya melalui transisi menuju lampu LED dan sistem pencahayaan pintar pada Penerangan Jalan Umum (PJU) DKI Jakarta.
Pergeseran tersebut dinilai tidak hanya berpotensi menghemat energi, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur. Dengan sistem yang semakin terkoneksi, pengelola dapat memiliki kendali yang lebih baik terhadap operasional pencahayaan sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan kota.
Di sisi lain, prinsip sirkularitas semakin penting dalam pembangunan infrastruktur. Pendekatan ini mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien, memperpanjang usia aset, mengurangi limbah, serta menciptakan manfaat ekonomi dan lingkungan dalam jangka panjang.
Bangunan Dituntut Lebih Adaptif
Selain kota, Signify Innovation Day juga membahas masa depan bangunan melalui tema “Achieving Sustainability Goals and Business Growth Through Future-Ready Buildings”.
Sesi ini menghadirkan praktisi dari sektor properti, hospitality, ESG, dan green building. Para panelis membahas bagaimana bangunan masa depan perlu mampu merespons perubahan kebutuhan pengguna, perkembangan regulasi, sekaligus tuntutan keberlanjutan. Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) juga semakin relevan untuk mendukung keberlangsungan bisnis.
Dalam konteks tersebut, teknologi pencahayaan dapat menjadi salah satu elemen penting. Sistem pencahayaan yang hemat energi dan terkoneksi dapat membantu menekan konsumsi energi serta biaya operasional, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi pengguna bangunan.
Chief Executive Officer of Professional Business Signify Southeast Asia & Far East, Jitender Khurana, menilai konsep future-ready building bukan hanya mengenai teknologi, tetapi juga kemampuan sebuah bangunan dalam memberikan manfaat jangka panjang.
Baca juga : 23 Tahun JBS Perkasa, FORTRESS Tancapkan Komitmen Perkuat Industri Pintu Baja Dalam Negeri
“Future-ready buildings adalah tentang menciptakan lingkungan yang mampu merespons kebutuhan yang terus berubah, beroperasi secara lebih efisien dan cerdas, serta memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat dan bisnis,” kata Jitender.
Ia menambahkan, pencahayaan memiliki posisi strategis karena dapat menghubungkan manusia, ruang, dan teknologi. Integrasi tersebut memungkinkan bangunan memiliki fleksibilitas dan kendali yang lebih baik terhadap penggunaan energi serta pola operasionalnya.
Melalui Signify Innovation Day – Light the Future, Signify menegaskan bahwa masa depan pencahayaan akan semakin erat dengan perkembangan kota dan bangunan. Ketika teknologi LED, sistem pintar, efisiensi energi, dan prinsip keberlanjutan dipadukan, pencahayaan dapat berkembang menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang tidak hanya terang, tetapi juga lebih cerdas, nyaman, efisien, dan siap menghadapi masa depan.






















