Asrinesia.com – Upaya menghadirkan sistem transportasi yang lebih terintegrasi di Kota Bekasi memasuki babak baru. PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) resmi memulai pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi yang menjadi bagian dari kawasan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon. Proyek ini menjadi wujud kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menghadirkan kawasan perkotaan yang lebih modern, terhubung, dan berkelanjutan.
Prosesi groundbreaking ditandai dengan penekanan sirine oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe,
Direktur Operasi Prasarana dan Keselamatan Wilayah 1 PT KAI Awan Hermawan Purwadinata, Managing Director Summarecon Herman Nagaria, serta President Director Summarecon Adrianto P. Adhi. Acara tersebut juga dihadiri jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero), komisaris, dan direksi PT Summarecon Agung Tbk.
Baca juga : DUMA® Karya Awards 2026
Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi bukan sekadar menambah fasilitas transportasi baru. Proyek ini menjadi bagian dari visi besar untuk membangun kawasan yang berorientasi pada transportasi publik, sehingga masyarakat dapat berpindah moda dengan lebih mudah, cepat, dan nyaman.
Komitmen Summarecon dalam meningkatkan konektivitas Bekasi sebenarnya telah dimulai sejak pengembangan Summarecon Bekasi pada 2010. Saat itu, perusahaan membangun Fly Over K.H. Noer Ali sepanjang satu kilometer yang melintasi jalur rel kereta api. Infrastruktur tersebut berhasil menghubungkan wilayah utara dan selatan Kota Bekasi sekaligus membantu mengurangi kemacetan di Jalan Perjuangan.
Kini, melalui pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi, Summarecon melanjutkan kontribusinya dalam mendukung sistem transportasi perkotaan yang semakin terintegrasi.
Baca juga : BP Tapera Akan Gelar Akad Massal “Hunian Berkualitas Menuju Indonesia Sejahtera”
President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, mengatakan bahwa proyek ini merupakan bentuk partisipasi perusahaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi massal yang lebih baik.
Menurutnya, keberadaan Stasiun Bekasi Ekstensi akan membantu mengurangi kepadatan di Stasiun Bekasi yang telah beroperasi saat ini. Nantinya, stasiun baru tersebut akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan, sementara Stasiun Bekasi eksisting akan lebih banyak melayani masyarakat dari wilayah utara dan timur.
Pembagian arus penumpang tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi mobilitas warga, memperbaiki konektivitas kawasan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih ramah terhadap penggunaan transportasi publik.
Sinergi Pemerintah dan Swasta
Keberhasilan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama Kementerian Perhubungan berperan dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai prinsip Transit Oriented Development (TOD) Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menciptakan kawasan yang produktif, mendukung mobilitas masyarakat, serta berkembang sesuai konsep TOD yang terintegrasi.
Baca juga : Karcher Kenalkan Metode PDIR, Solusi Efektif Menjaga Kebersihan Industri Hospitality
Senada dengan hal itu, Wakil Menteri Perhubungan Suntana menilai proyek ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional. Ia menjelaskan bahwa pembangunan transportasi saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada penciptaan kawasan yang mampu meningkatkan kualitas tata ruang kota dan mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi massal.
Menurutnya, perluasan Stasiun Bekasi akan meningkatkan kapasitas pelayanan bagi penumpang Commuter Line maupun kereta api jarak jauh. Selain itu, integrasi antarmoda yang lebih baik akan membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih praktis dan nyaman.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyebut groundbreaking ini sebagai simbol transformasi menuju tata ruang kota yang lebih baik.
Baca juga : VIVERE Collection dan IDEMU Rayakan Anniversary
Ia menilai Bekasi memiliki peran strategis sebagai pusat ekonomi, kawasan hunian, dan mobilitas masyarakat di Jawa Barat. Kehadiran kawasan TOD diharapkan mampu menjadikan Bekasi bukan hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga kawasan yang nyaman, produktif, dan layak huni.
Mengusung Konsep Transit Oriented Development
Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 6.733 meter persegi. Bangunan ini akan terdiri atas tiga lantai yang dilengkapi koridor penghubung dan Sky Bridge guna memudahkan perpindahan penumpang.
Pembangunan stasiun ini menjadi tahap awal dari pengembangan kawasan TOD Summarecon. Pada tahap berikutnya, akan dibangun jalur transportasi massal sepanjang sekitar 5 kilometer yang menghubungkan wilayah utara Kota Bekasi, kawasan Summarecon Bekasi dan TOD, hingga tersambung dengan Stasiun LRT Jabodebek.
Integrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Dengan dimulainya pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi, Summarecon bersama pemerintah menunjukkan bahwa pengembangan kawasan perkotaan kini tidak hanya berorientasi pada pembangunan properti semata. Lebih dari itu, proyek ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota yang terkoneksi, mendukung mobilitas warganya, dan siap menjawab kebutuhan transportasi di masa depan.






















